JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Setiap manusia pernah sakit. Niscaya upaya yang dilakukan ialah dengan berdoa kepada Allah—selain daripada ikhtiar: berobat ke dokter.
“Untuk memperoleh kesembuhan dari Allah,” kata Muhammad Saad Ibrahim, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
Doanya, "Allahumma antas syafi la syifa'a illa syifauka". "Ya Allah, Engkaulah Yang Maha Penyembuh, tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu".
Saad menggarisbawahi kata as-syafi. Menurutnya, ada kata sepadan dengannya: syifa-syafa-yasfi-syifaan, artinya perbuatan untuk menyembuhkan atau kesembuhan itu sendiri.
“Menariknya di dalam Al-Qur’an, ada 4 kata yang menggunakan kata syifa,” tutur Saad, seraya menyebut di antaranya Qs Yunus ayat 57, Qs al-Isra ayat 82, dan Qs Fushilat ayat 44.
“Semuanya berkaitan dengan Al-Qur’an, yang salah satunya sebagai syifa, sebagai penyembuh,” tuturnya.
Disigi lebih lanjut, ditemukan 1 partikel ayat yang tidak berkorelasi dengan konteks Al-Qur’an, yaitu Qs an-Nahl ayat 69. Diterangkan Saad, kata syifa dikontekstualisasikan dengan fungsi dari madu.
“Membandingkan jumlah yaitu 3 dibanding 1, maknanya yang 75% pengobatan (penyembuhan) itu terkait dengan aspek rohani manusia,” jelasnya.
Sedangkan sisanya, 25%, sambung Saad, berkaitan dengan fisik. “Tentu Qur’an dimaksudkan untuk memberikan petunjuk pada jiwa kita,” terangnya, Kamis (12/3) di TvMu Channel dalam program Tausiyah Kiai Saad Ibrahim.
Lain sisi dengan madu. Menurut Saad, hal ini berfungsi untuk penopang imunitas tubuh manusia.
Di sinilah diakumulasikan malah Allah memberikan kesembuhan pada setiap hamba-Nya melalui Al-Qur’an.
“Karena itu bacalah, bacalah, dan bacalah (Al-Qur’an). Lakukan terus-menerus dari al-Fatihah sampai An-Naas,” tegas Saad. (Cris)
