Islam Wasathiyah Menempatkan Umat Islam Berada di Posisi Pertengahan

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
230
Pengajian Ramadhan 1446 H Pimpinan Pusat Muhammadiyah di UMY. Foto: Cris

Pengajian Ramadhan 1446 H Pimpinan Pusat Muhammadiyah di UMY. Foto: Cris

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah Hamim Ilyas mengetengahkan, posisi Islam Wasathiyah Berkemajuan sebagai klasifikasi berdasarkan sistematika pemikiran tentang bagaimana dunia kehidupan diselenggarakan. Di satu sisi, klasifikasi ini, sambung Hamim, merupakan lawan kata dari ekstrem kanan (al-ghuluw fid din) (revivalisme dan fundamentalisme) dan ekstrem kiri (at-tahasul fid din) (liberalisme).

"Dan di satu sisi yang lain, klasifikasi tersebut merupakan imbangan dari Islam Wasathiyah tradisionalis," terangnya dalam Pengajian Ramadhan 1446 H PP Muhammadiyah, Senin (3/3) di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Bagi Hamim, Islam Wasathiyah Berkemajuan menempuh jalan beragma ashaliyah. Yakni beragama dengan mengikuti ajaran-ajaran yang autentik. 

"Ajaran yang sesuai dengan agama Islam sebagai risalah Islam rahmatan lil 'alamin. Agama yang diwahyukan Allah karena dan untuk mewujudkan rahmat Allah," ujarnya.

Islam Wasathiyah Berkemajuan, sambung Hamim, dalam Muhammadiyah merupakan representasi Risalah Islam rahmatan lil 'alamin yang sebenarnya ada penjabarannya dalam Al-Qur'an. Konsep Islam rahmatan lil 'alamin (Qs al-Anbiya [21] ayat 107 menggunakan pola kalimat nafyu (wa ma arsalnaka) dan istitsna' (Illa rahmatan lil 'alamin). Islam rahmatan lil 'alamin secara gramatikal menjadi maf'ul lil ajlih, kata ketengan untuk menyatakan alasan dan tujuan.

"Dilihat dari istilahnya, penjabaran Islam rahmatan lil 'alamin terdapat di Qs Al-Baqarah [2] ayat 142-152 yang berisi amanat Allah supaya umat menjadi ummatan wasatha (umat dan masyarakat pilihan). Amanat Allah ini dijadikan tujuan Muhammadiyah yaitu menegakkan dan menjunjung tinggi Agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya," tegasnya.

Tujuan yang dirumuskan berdasarkan tinjauan Qs al-Baqarah [2] ayat 143, jelas Hamim, membuat Gerakan Muhammadiyah berbeda dengan gerakan-gerakan ideologis yang memperjuangkan terwujudnya negara dan sistem Islam. Serta penerapan syariat yang memperjuangkan pelestarian tradisi dan gerakan kaum rasionalis yang memperjuangkan sekularisme.

"Untuk mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya, yang merupakan tafsir autentik Qs al-Baqarah [2] ayat 143, dalam perspektif budaya diperlukan perumusan kebudayaan yang mesti dikembangkan untuk menjalani perikehidupan yang sesuai dengan karakteristiknya di zaman modern sekarang," bebernya.

Sementara, Ustadz Adi Hidayat, Wakil Ketua Majelis Tabligh PP Muhammadiyah, menggarisbawahi Qs al-Baqarah [2] ayat 143, kualifikasi umat yang baik sebagai ummatan wasatha. Menurutnya, redaksi ayat ini berada di pertengahan.

"Karena itu di antara mukjizat Al-Qur'an ayat ini pun persis berada di tengah-tengah surat al-Baqarah. Ayat yang berbicara pertengahan ini berada di tengah-tengah. Bukankah 143 itu bagian dari 286? Ini bagian dari mukjizat Al-Qur'an bagaimana menempatkan ayat sesuai dengan konteksnya," tegasnya.

Ustadz Adi membentangkan, kata Wasathiyah terbagi menjadi tiga kata. Yaitu wassatha'. Kata Ustadz Adi, arti dari kata ini yaitu sesuatu yang berada di antara dua sisi. Lalu ada kata wasthun, yaitu berada di tengah-tengah. "Namun tidak persis ada di tengahnya. Masih condong, bisa berada di kiri dan kanan," jelasnya.

Sementara, kalau kata wasathun, sudah pasti berada di tengah-tengah. "Tidak miring kanan dan kiri. Ini posisi yang sangat strategis," imbuhnya.

Karena itu, kata Ustadz Adi, Al-Qur'an memberikan jawaban tegas dan penjabaran komprehensif. "Dari mulai inti persoalan sampai penjelasan setelahnya yang terbaik. Dan Al-Qur'an memberikan perspektif yang terbaik ukurannya dengan ayat ini (Qs al-Baqarah [2] ayat 143)," urainya.

Maka dari itu, dalam implementasi kehidupannya, umat Islam harus berada di titik tengah pada nilai-nilai kebaikan. "Jadi kalau sudah positif ada yang baik, maka berada di posisi yang baik itu," tandasnya. (Cris)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BANDAACEH, Suara Muhammadiyah - Lembaga Amil Zakat Infaq Muhammadiyah Aceh kembali menyalurkan kado ....

Suara Muhammadiyah

2 April 2024

Berita

KUDUS, Suara Muhammadiyah - Lembaga Pengembangan Cabang Ranting dan Pembinaan Masjid (LPCRPM) Pimpin....

Suara Muhammadiyah

10 May 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah -Mengingat pentingnya literasi bagi anak-anak bangsa. Universitas Muh....

Suara Muhammadiyah

28 May 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Lazismu Kota Yogyakarta dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) te....

Suara Muhammadiyah

8 February 2025

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah -  Mahasiswa Program Studi Administrasi Publik Universitas Muhammad....

Suara Muhammadiyah

29 December 2023

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah