Irwan Akib Dorong Pendidikan Muhammadiyah Menjadi Unggul dan Berkemajuan

Publish

9 January 2024

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
1362
Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dr H Irwan Akib, MPd. Doc. SM

Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dr H Irwan Akib, MPd. Doc. SM

SLEMAN, Suara Muhammadiyah – Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dr H Irwan Akib, MPd mendorong agar pendidikan Muhammadiyah bisa unggul dan berkemajuan. Menurut Irwan, konsep unggul dan berkemajuan berkelindan dengan keputusan Muktamar ke-48 Muhammadiyah di Surakarta, Jawa Tengah.

“Oleh karena itu, memang kita berharap bahwa setiap gerak langkah Persyarikatan termasuk amal usahanya melakukan kegiatan-kegiatan berkemajuan dan menunjukkan keunggulan,” ujarnya saat memberikan keynote speaker Seminar Nasional dengan tema “Mewujudkan Sekolah Unggul dan Berdiferensiasi di Era Merdeka Belajar” di Balai Besar Guru Penggerak Sleman DIY, Selasa (9/1).

Pendidikan Muhammadiyah, jelas Irwan, telah ada sejak tahun 1911 sebelum Muhammadiyah lahir pada tahun 1912. Saat itu, sebelum KH Ahmad Dahlan mendirikan sekolah, ada dua model pendidikan, yaitu pendidikan pesantren dan sekolah kolonial. “Ini kemudian KH Ahmad Dahlan hadir mencoba mengintegrasikannya, sehingga model pendidikan KH Ahmad Dahlan itu perpaduan antara pengetahuan umum dan pengetahuan agama,” katanya.

Model yang diterapkan KH Ahmad Dahlan ini kemudian diejawantahkan oleh sekolah hari ini. Sehingga Irwan mengajak berefleksi terkait model tersebut, apakah masih relevan digunakan atau justru dibutuhkan model lain yang sesuai dengan kebutuhan zaman peserta didik.

Irwan menjelaskan sejak Muktamar ke-46 Muhammadiyah tahun 2010, telah ada panduan mengenai revitalisasi pendidikan Muhamamdiyah. Merujuk hasik keputusan muktamar tersebut, diuraikan jika tujuan pendidikan sebagai membentuk manusia Pebelajar yang bertaqwa, berakhlak mulia berkemajuan dan unggul dalam IPTEKS sebagai perwujudan tajdid dakwah amar ma’ruf nahi mungkar.

Tak lupa, Irwan mengingatkan jika pendidikan Muhammadiyah setidaknya ada tiga fungsi. Yaitu pendidikan, dakwah, pengkaderan, dan pelayanan. Dengan fokus di bidang pendidikan lewat ketiga fungsi ini, membuat Muhamamdiyah masih eksis sampai sekarang. “Fokus di pendidikan artinya kita memang melahirkan sumber daya manusia yang kemudian meneruskan langkah dan gerak dakwah Muhammadiyah di mana-mana,” ucapnya.

Oleh karena itu, Irwan memberikan kunci upaya mendorong pendidikan Muhamamddiyah agar bisa unggul dan berkemajuan. Pertama, kurikulum harus integratif, kompetitif, humanis, sosial dan atisipatif, serta fleksibel. Kedua, pendidik harus memiliki kompetensi dasar sebagai pendidik era industri 4.0, komitmen pada ideologi Persyarikatan, dan memiliki nilai-nilai pemahaman keislaman berkemajuan. Ketiga, sekolah harus didesain agar memiliki kultur disiplin, santun, jujur, bertanggungjawab, dinasmis, dan berpikiran maju.

“Inilah yang perlu kita coba (lakukan). Mudah-mudahan sekolah Muhammadiyah kita hadir terus memberikan kontribusi untuk kepentingan Persyarikatan, bangsa, dan negara kita. Mari kita terus mengawal sekolah-sekolah kita, sehingga sekolah Muhammadiyah betul-betul berkontribusi secara nyata untuk kepentingan Persyarikatan, bangsa, dan negara,” jelasnya. (Cris)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

PEKANBARU, Suara Muhammadiyah – Pada Minggu, 4 Agustus 2024, Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiy....

Suara Muhammadiyah

5 August 2024

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah menyatakan kesiapannya untuk melaku....

Suara Muhammadiyah

15 January 2025

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Di tengah era global yang sangat dinamis dan penuh tantangan, Nasyiatu....

Suara Muhammadiyah

1 June 2025

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menambah guru ....

Suara Muhammadiyah

26 January 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Pasca Muktamar keempat beberapa waktu lalu di Malang Jawa Tim....

Suara Muhammadiyah

9 October 2023