Inilah Fungsi Utama TKA

Publish

10 January 2026

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
84
Foto Ilustrasi

Foto Ilustrasi

Inilah Fungsi Utama TKA

Oleh: Wiguna Yuniarsih, Wakil Kepala SMK Muhammadiyah 1 Ciputat Tangerang Selatan

Tahun 2025, dunia pendidikan mengalami perkembangan baru dengan adanya Tes Kemampuan Akademik bagi siswa kelas XII SMA dan SMK seluruh Indonesia. Setelah Tes Kemampuan Akademik (TKA) berjalan, mulai dari perencaan, pelaksanaan sampai pada pengumuman hasil, Pro dan kontra pun ikut masih terus mewarnai.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mencatat : proses TKA secara umum berjalan lancar, partisipasi yang sangat tinggi padahal baru pertama kali dilaksanakan dan dukungan stakeholder. Artinya pro kontra yang menyertai TKA justru membuat peserta TKA yang merupakan generasi Z, justru semakin tertantang untuk mengikutinya.

Hasilnya, pelaksanaan TKA tahun 2025 untuk jenjang SMA, SMK, MA, dan Paket C yang diselenggarakan pertama kali dan tidak bersifat tidak wajib, tingkat partisipasinya tercatat sangat tinggi, yakni mencapai 3,56 juta dari 4,1 juta murid SLTA yang terdaftar (Kemendikdasmen, 22/12/2025). Sebuah capaian yang menggembirakan, sekalipun hasil nilainya belum sepenuhnya memuaskan. 

Sehingga, dengan adanya pelaksanaan TKA tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah memiliki data capaian akademik nasional. Hasil dari TKA yang dapat digunakan sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki sistem belajar mengajar ke arah yang lebih baik lagi.

Menteri Mu’ti menjelaskan bahwa pelaksanaan TKA tahun 2025 untuk jenjang SMA, SMK, MA, dan Paket C diselenggarakan pertama kali pada tahun ini dan bersifat tidak wajib. Meski demikian, tingkat partisipasi tercatat sangat tinggi, mencapai 3,56 dari 4,1 juta murid SLTA yang terdaftar. 

Karena itulah, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, memberikan apresiasi kepada seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, satuan pendidikan, dan media, atas dukungan serta sosialisasi yang masif sehingga pelaksanaan TKA memperoleh respons positif secara nasional.

Fungsi Utama TKA

Untuk mengukur kinerja proses belajar mengajar, diperlukan assesment. Menurut Ana Ratna Wulan (2020), tujuan melakukan assessment adalah untuk menilai sejauh mana siswa telah mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.

Tes Kemampuan Akademik (TKA), dirancang dengan tiga fungsi utama, yakni ; pertama, Assessment of Learning (Asesmen Pada Akhir Proses Pembelajaran). Penilaian atas pembelajaran merupakan penilaian yang dilaksanakan setelah proses pembelajaran selesai. 

Penilaian ini dimaksudkan untuk mengetahui pencapaian hasil belajar setelah peserta didik selesai mengikuti proses pembelajaran. Berbagai bentuk penilaian sumatif seperti ujian modul, Ujian Sekolah Berstandar Nasional, dan ujian nasional merupakan contoh penilaian atas pembelajaran (assessment of learning).

Kedua, Assessment for Learning (Asesmen Untuk Proses Pembelajaran). Asessmen ini bertujuan untuk memperbaiki proses pembelajaran. Assessment for learning dapat dilakukan dalam format penilaian formatif sekaligus penilaian sumatif, sehingga dapat mengetahui capaian proses pembelajaran yang dilakukan.

Dengan penilaian untuk pembelajaran (assessment for learning), tutor pendidikan kesetaraan dapat memberikan umpan balik terhadap proses belajar peserta didik, memantau kemajuan, dan menentukan kemajuan belajarnya. Sehingga dapat menjadi bahan evaluasi untuk proses pembelajaran selanjutnya. Berbagai bentuk penilaian formatif, misalnya tugas-tugas di kelas, presentasi, dan kuis, merupakan contoh penilaian untuk pembelajaran.

Ketiga, Assessment as Learning (Asesmen Sebagai Proses Pembelajaran). Penilaian ini mirip dengan penilaian untuk pembelajaran (assessment for learning), karena juga dilaksanakan selama proses pembelajaran berlangsung. Bedanya, penilaian sebagai pembelajaran melibatkan peserta didik secara aktif dalam kegiatan penilaian. 

Dalam penilaian sebagai pembelajaran (assessment as learning) peserta didik juga dapat dilibatkan dalam merumuskan prosedur penilaian, kriteria, maupun rubrik/pedoman penilaian sehingga mereka mengetahui dengan pasti apa yang harus dilakukan agar memperoleh capaian belajar yang maksimal.

Dalam hal ini, Kemendikdasmen menyelenggarakan TKA dengan tujuan untuk memetakan capaian siswa secara objektif, memberikan data untuk perbaikan kualitas pendidikan, bukan penentu kelulusan, dan bisa menjadi salah satu pertimbangan dalam seleksi masuk perguruan tinggi negeri.

Rekapitulasi hasil tiga mata pelajaran wajib dalam Tes Kemampuan Akademik (TKA) secara nasional menunjukkan: nilai rata-rata Bahasa Indonesia 55,38, Matematika 36,10, dan Bahasa Inggris di angka 24,93. Ini adalah rata-rata nilai gabungan dari seluruh sekolah negeri dan swasta yang mengikuti TKA 2025 (tirto, 8/1).

Lebih rinci lagi, hasil TKA 2025 menunjukkan capaian cukup baik pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, dengan lebih dari 80 persen siswa berada di kategori baik dan istimewa. Sebaliknya, skor Matematika dan Bahasa Inggris didominasi capaian rendah. 

Tercatat 44,7 persen peserta TKA memperoleh nilai Matematika dalam kategori kurang. Sementara itu, peserta TKA yang memperoleh nilai Bahasa Inggris dalam kategori kurang mencapai 33,8 persen.

Perolehan hasil TKA tersebut mengonfirmasi hasil survei terkait capaian pendidikan Indonesia, salah satunya yang terekam oleh asesmen internasional Programme for International Student Assessment (PISA) yang dilakukan oleh OECD (Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi). 

Berdasarkan asesmen PISA 2018 dan 2022, performa literasi matematika Indonesia tercatat sangat rendah. Skor yang diperoleh tidak hanya berada di bawah rata-rata OECD (472 pada 2022), tetapi juga stagnan selama 10-15 tahun terakhir.

Hasil PISA 2022 menunjukkan bahwa skor kemampuan matematika siswa Indonesia berada pada angka 366 poin, menempatkan Indonesia di peringkat 69 dari 81 negara peserta. Angka itu lebih rendah dibanding skor PISA 2018 sebesar 379 dan tetap berada di bawah rata-rata OECD.

Berdasarkan hasil TKA dan asesmen PISA, maka apa yang menjadi fungsi utama TKA dapat terpenuhi. Tentu kita berharap, dengan hasil TKA yang berkorelasi dengan hasil asesmen PISA, menjadi bahan evaluasi secara menyeluruh terhadap sistem pendidikan nasional. Apalagi tahun ini TKA juga akan dilaksakan di tingkat SD dan SLTP. Sehingga, ke dapan capaian pendidikan secara nasional akan terus meningkat. Wallahua’alam

 


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Wawasan

Pahlawan Keluarga itu Bernama Ayah Oleh: Teguh Pamungkas, Warga Muhammadiyah Kalimantan Selatan dan....

Suara Muhammadiyah

17 December 2025

Wawasan

Kepemimpinan Muhammadiyah: Dari Tokoh Karismatik Menjadi Sistem Kolektif Kolegial Oleh Muhammad Zul....

Suara Muhammadiyah

3 October 2025

Wawasan

Tipologi Kader Muhammadiyah dan Regenerasi Kepemimpinan Oleh: Mohammad Nur Rianto Al Arif, Guru Bes....

Suara Muhammadiyah

30 December 2025

Wawasan

Oleh: Drh H Baskoro Tri Caroko LPCRPM PP Muhammadiyah, Pemberdayaan Ekonomi Seni Dan Budaya Memenu....

Suara Muhammadiyah

22 March 2024

Wawasan

Rusak Hutan karena Kebijakan Oleh: Sobirin Malian, Dosen Fakultas Hukum Universitas Ahmad Dahlan​....

Suara Muhammadiyah

1 December 2025