Ibnu Hasan: Amalan Terbaik Manusia yaitu Amalan Produktif

Publish

16 March 2025

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
164
Foto Istimewa

Foto Istimewa

BANYUMAS, Suara Muhammadiyah - Amalan Selalu Bersyukur disampaikan dalam kajian bakda subuh Ahad 16 Maret 2025 oleh Ust. H. Dr. Ibnu Hasan, M. Ag. Kajian ini dihadiri oleh jamaah masjid Al Muttaqiin kurang lebih 120-an orang. Kajian rutin mingguan ini tetap berjalan bersamaan dengan kajian sehabis shalat subuh selama ramadhan setiap hari.

Disampaikan bahwa ada keutamaan cinta dan taat sesudah Rasulullah sudah wafat. Amalan terbaik adalah amalan yang berkualitas yakni amalan yang produktif. Diharapkan manusia mempunyai amalan terbaik. Hal ini ditegaskan dalam Surat Al Mulk ayat 2.

ٱلَّذِى خَلَقَ ٱلْمَوْتَ وَٱلْحَيَوٰةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا ۚ وَهُوَ ٱلْعَزِيزُٱلْغَفُورُ                                                                               

Artinya : "Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun". (QS. Al- Mulk: 2).

Amalan terbaik adalah amalan yang berkualitas. Dijelaskan bahwa amalan yang berkualitas adalah amalan yang produktif. Nabi dan sahabat nabi sudah memberi contoh amalan-amalan yang produktif. UNtuk membangun amalan yang produktif dan berkualitas ada 3 hal yang harus diperhatikan. Pertama adalah memahami ibdah dengan benar. Hal ini ditegaskan dalam surat Al Baqarah ayat 2 yang artinya : "Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa.

Kedua adalah beribadah karena Allah. Hal ini tercantum dalah surat An Nahl ayat 97 yang artinya “Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan”. Hal ini menegaskan bahwa pahala tidak membedakan laki-laki maupun perempuan.

Ketiga adalah kita beribadah karena ingin masuk sorga. Hal ini ditegaskan dalam Al Quran. “Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Setiap mereka diberi rezeki buah-buahan dalam surga-surga itu, mereka mengatakan: "Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu". Mereka diberi buah-buahan yang serupa dan untuk mereka di dalamnya ada isteri-isteri yang suci dan mereka kekal di dalamnya. (QS. Al-Baqarah: 25).

Keempat kita beribadah karena takut masuk neraka. Hal neraka dijelaskan dalam QS surat At-Taghabun: 10 yang artinya “Dan orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itulah penghuni-penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya. Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.

Kelima manusia beribadah karena kebutuhan. Penjelasan Allah ada dalam QS surat Kahfi ayat 29. Arti surat ini adalah “Dan katakanlah: "Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir". Sesungguhnya Kami telah sediakan bagi orang orang zalim itu neraka, yang gejolaknya mengepung mereka. Dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek”.

Dari penjelasan-penjelasan tersebut manusia harus menyadari bahwa manusia yang membutuhkan Allah, Bukan Allah yang membutuhkan manusia. Hal ini juga dijelaskan dalam Quran surat Fathir: 15. yang artinya “Hai manusia, kamulah yang sangat butuh kepada Allah; dan Allah Dialah yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji.” Pernyataan ini juga ditegaskan lagi dalam JAl Isra ayat 7 yang maknanha “Jika kamu berbuat baik, kebaikan itu bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri”.

Terkait dengan amalan yang produktif dijelaskan dalam QS Al Ankabut ayat 45 yang artinya “Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan”

Shalat merupakan salah cara untuk membentuk karakter terbaik. Sebagai gambaran tentang shalat Ketika berdiri posisi kepala ada di atas. Ini artinya akala tau pikiran berada di atas hati. Jangan selalu mengagungkan pikiran di atas terus  yang akan membuat manusia sombong. Ada kalanya kepala sejajr dengan hati yang maknanya manusia jika berpikir dengan otak dan hati maka akan menjadi orang menghargai orang lain, memutuskan sesuatu dengan cara yang baik tidak hanya mengandalkan pikiran. Selanjutnya sujud yang artinya otak atau pikiran lebih rendah dari hati, yang maknanya manusia kadang juga harus menggunakan hati atau perasaan ketika berhadapan dengan sesamanya tidak sekedar dengan pikiran saja. (Eka)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BATANG, Suara Muhammadiyah - Ahad, 31 Desember 2023, Pimpinan Cabang Muhammadiyah Tersono Daerah Bat....

Suara Muhammadiyah

2 January 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Dalam rangka memperingati Hari Keterbukaan Informasi Nasional (HAKI....

Suara Muhammadiyah

2 May 2024

Berita

BATANG, Suara Muhammadiyah – Gairah berorganisasi terkadang meredup seiring berjalannya waktu.....

Suara Muhammadiyah

4 December 2023

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pengukuhan  Pengurus Harian Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiya....

Suara Muhammadiyah

2 January 2024

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Memasuki tahun akademik 2024 Prodi Hukum Ekonomi Syariah (HES) Fakult....

Suara Muhammadiyah

21 June 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah