HW Wreda se-DIY Tunjukkan Usia Senja Terus Berjuang Memajukan Persyarikatan

Publish

11 September 2025

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
447
Foto Istimewa

Foto Istimewa

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pandu Kehormatan Wreda HW Kota Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan Silaturahmi dan Pengajian Pandu Kehormatan HW DIY di Yogyakarta pada, Ahad (7/9). Acara ini digelar pengajian oleh Dr Nur Kholis, Wakil Rektor UAD bidang Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK).

Acara ini dibuka dengan jalan kaki bersama dari Kampus V UAD Wirosaban menuju Kampus IV UAD Ring Road Selatan berjalan kaki (jarak 1,2 km) bagi para Peserta Pengajian HW, diiringi Drum band Kulonprogo dan Marsing band HW Kabilah KRH-UAD Yogyakarta.

Acara Silaturahmi dan Pengajian yang digelar setiap tiga bulan sekali. Kegiatan ini dihadiri sekitar 500 peserta (sebagian besar lansia), yang sebelumnya sudah dilakukan melalui latihan-latihan, serta pertemuan terakhir diadakan di Gunungkidul.

Selain itu, kegiatan tersebut akan dihadiri oleh Putra Jenderal Sudirman, Teguh Sudirman, serta Walikota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, yang sudah berkoordinasi terkait penggunaan seragam.

Ketua Kwarda Kota Yogyakarta, Afianto Jusfri, menyampaikan bahwa acara ini sebagai silaturahmi, kumpul-kumpul bersama anggota, banyak di sini Pasukan Genderang Tromet (PGT). "PGT sendiri merupakan kelanjutan dari Hizbul Wathan (HW) yang sempat dibubarkan, kemudian diciptakan oleh almarhum Prof Dr Affandi, dan hingga kini dipersiapkan,"tuturnya.

HW didirikan oleh Kyai Haji Ahmad Dahlan pada tahun 1918. Awalnya, diberi nama Padvinder Muhammadiyah dan bertransformasi menjadi HW atas usulan Haji Hadjid.

Lebih lanjut, Beliau juga menjelaskan makna seragam HW yaitu artinya tanah untuk baju, celana biru yang artinya air kemudian hasduk dengan gambar matahari, "Menyimpulkan tiga unsur kehidupan yakni matahari, tanah, dan air." pungkasnya 

Dengan harapan, HW ikut menghidup-hidupkan semangat Muhammadiyah, seperti pesan KH Ahmad Dahlan. Pesan tersebut bisa di sampaikan kepada generasi berikutnya, agar HW ini tetap hidup dan menghidupkan Muhammadiyah, meskipun telah memasuki usia lanjut.

“Saya sangat terkesan sekali. Salut sama orang-orang yang sudah sepuh-sepuh (tua) mengikuti jalan kaki kali ini,” kata Sanyoto, Komandan HW Bantul saat diwawancarai Suara Muhammadiyah.

Para peserta ini adalah orang-orang pilihan. Juga menjadi orang-orang khusus dari yang lain. “Mereka punya jiwa pejuang. Kalau yang tidak punya jiwa pejuang, pasti dengan sendirinya akan mundur sendiri,” tegasnya. (Anggi/Nurvi/Cris)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

SLEMAN, Suara Muhammadiyah - Dalam rangkaian Pengajian Tahun Baru 1447 Hijriah, Pesantren Modern Muh....

Suara Muhammadiyah

12 July 2025

Berita

PULANGPISAU, Suara Muhammadiyah - Taman Pustaka KH Ahmad Dahlan Pulang Pisau mengadakan kegiatan lit....

Suara Muhammadiyah

21 October 2024

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Bencana banjir besar yang terjadi di Aceh dan Sumatera meninggalkan ....

Suara Muhammadiyah

6 January 2026

Berita

SOLO­, Suara Muhammadiyah Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) merupakan salah satu ba....

Suara Muhammadiyah

10 October 2023

Berita

PURBALINGGA, Suara Muhammadiyah - Memupuk kerjasama melalui Outbond dengan tema The Power Of Po....

Suara Muhammadiyah

4 March 2024