Humas Membangun Trust Amal Usaha Muhammadiyah

Publish

11 January 2024

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
1137
Foto Istimewa

Foto Istimewa

SOLO, Suara Muhammadiyah – Era Marketing 4.0 menuju masyarakat society 5.0 humas wajib memiliki wajah dan visi untuk membangun trust Muhammadiyah. Wakil Kepala Sekolah bidang Humas SD Muhammadiyah 1 Ketelan Jatmiko mengemukakan hal itu dalam kegiatan menerima Study Banding/Kunjungan MIM Program Khusus Kenteng Boyolali, Rabu (10/1/2024).

Menurut Jatmiko, Humas 4.0 di Lembaga pendidikan Muhammadiyah harus membangun trust kepada masyarakat dan umat. Jika sebuah sekolah atau madrasah sudah mampu menggenggam rasa percaya masyakarat, sekolah pun dapat memegang kendali serta memiliki kuasa untuk menggerakkan. Secara otomatis, masyarkat akan mengikuti apa yang menjadi arah gerah dan ruh sekolah baik sisi religius, nasionalisme, integritas, gotong royong dan mandiri.

 “Pada era ini bagaimana membuat konsumen atau pelanggan loyal. Bisa dimulau dari sejarah, ciri khas dibandingkan dengan sekolah lain,” ujarnya.

Membangun trust bisa dimulai dengan menentukan identitas sekolah. Banyak sekolah-sekolah Islam di luar Muhammadiyah yang telah menjadi besar sebab masyarakat sudah percaya kepada mereka. Jika diperhatikan, sekolah-sekolah tersebut memiliki identitas yang kuat. Mereka memiliki ciri khas yang tidak dimiliki oleh sekolah lainnya. 

“Kalau di SD Muhammadiyah 1 Ketelan punya sejarah Panjang berdiri sejak 1935. Kepala Sekolah Penggerak Hj Sri Sayekti. Implementasi kurikulum merdeka, sekolah ramah anak, sekolah sehat berkarakter, sekolah budaya, kantin sehat terbaik pertama,” tuturnya.

Perkembangan terakhir menurut Jatmiko adalah Sekolah yang berada tepat di barat Pura Mangkunegaran merupakan sekolah yang memanfaatkan  teknologi digital. 

“Di era ini, humas sekolah didukung radio solo belajar, ada inovasi kartu M1Smart Card yang diganjar penghargaan dari KPK RI terkait pelaksanaan pendidikan antikorupsi (PAK),” jelas dia.

Jatmiko menjelaskan, upaya branding sekolah juga membutuhkan effort yang sama. Sekolah harus berpikir keras tentang menyuarakan nama sekolahnya di tengah masyarakat.

“Sebab itu, sekolah-sekolah kita atau madrasah Muhammadiyah tidak boleh kalah dekat dengan target market kita. Istilah everyday is promotion tidak akan berlebihan jika diterapkan di sekolah. Humas bekerja 24 jam,” ungkapnya.

Hadir dalam kegiatan study banding Kepala Madrasah Arif Ihsanudin, Waka Sumber Daya Manusia Ngatimin, Waka Kurikulum Tutik Rahayu, dari unsur guru Leni Khanifah, Siti Fathonah, Veranika, Ihda Nur Rohmah, Arina Zahratun N dengan fasilitator dari sekolah penggerak Hj Sri Sayekti, Waka Kurikulum Imam Priyanto dan staf Sri Martono Lanjarsari, wakasek Humas Jatmiko dan waka kesiswaan SW Winarsi.


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

PEKANBARU, Suara Muhammadiyah – Univeritas Muhammadiyah Riau (Umri) dalam upaya melakukan eval....

Suara Muhammadiyah

27 August 2024

Berita

MEDAN, Suara Muhammadiyah - Penjabat Gubernur Sumatera Utara, Dr. Agus Fatoni, menyatakan dukunganny....

Suara Muhammadiyah

29 August 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Tradisi mudik Lebaran selalu menjadi momen yang dinantikan oleh mas....

Suara Muhammadiyah

17 March 2025

Berita

PURWOKERTO, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) melantik sejumlah pejabat....

Suara Muhammadiyah

30 September 2023

Berita

MALANG, Suara Muhammadiyah - Sejarah baru lahir dari rahim SD Aisyiyah Kota Malang. Sekolah yang mem....

Suara Muhammadiyah

1 November 2024