METRO, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Metro (UM Metro) menganugerahkan penghargaan kepada dosen, fakultas, dan program studi dengan kinerja terbaik dalam kegiatan Pelaporan Hasil Monitoring dan Evaluasi (Monev) Semester Ganjil Tahun Akademik 2025/2026 yang digelar di Aula Gedung AR. Fachruddin, Selasa (24/2/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari siklus penjaminan mutu internal yang dilaksanakan oleh Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UM Metro di bawah kepemimpinan Drs. Purwiro Hardjati, M.Pd. Evaluasi mencakup kinerja dosen, fakultas, dan program studi dalam aspek pendidikan dan pembelajaran.
Rektor UM Metro, Dr. Nyoto Suseno, M.Si., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas dedikasi seluruh sivitas akademika dalam melaksanakan pembelajaran selama satu semester penuh.
“Terima kasih atas kinerja Bapak dan Ibu sekalian dalam melaksanakan pendidikan dan pengajaran selama 16 kali pertemuan lengkap dengan RPS hingga pelaporan nilai. Hasil evaluasi ini menjadi cermin kinerja kita bersama,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa hasil monev bukan sekadar laporan administratif, tetapi menjadi pijakan untuk inovasi akademik menuju “inovasi berdampak global yang mencerahkan” pada Semester Genap 2025/2026. Rektor juga mendorong dosen untuk terus berinovasi dalam strategi pembelajaran, pemanfaatan teknologi seperti SPADA, serta adaptif terhadap perkembangan kecerdasan buatan (AI).
Dalam kesempatan tersebut, UM Metro memberikan penghargaan kepada dosen dengan kinerja terbaik Semester Ganjil 2025/2026, yakni: Dr. Eko Susanto, M.Pd., Kons., Dr. Agus Wibowo, M.Pd., dan Dr. Friska Octavia Rosa, M.Pd.
Selain itu, apresiasi nominasi Best Lecturer diberikan kepada Prof. Dr. Muhfahroyin, S.Pd., M.T.A.; Prof. Dr. Agus Sutanto, M.Si.; Dr. Hening Widowati, M.Si.; Dr. Rahmad Bustanul A, M.Pd.; dan Dr. Dwi Rahmawati, M.Pd.
Untuk kategori fakultas kinerja terbaik, peringkat pertama diraih Fakultas Ilmu Komputer, disusul Program Pascasarjana dan Fakultas Ekonomi & Bisnis. Sementara itu, program studi kinerja terbaik diraih oleh S2 Pendidikan IPA, S2 Pendidikan Biologi, dan S2 Pendidikan Matematika.
Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UM Metro, Dr. Mukhtar Hadi, M.Si., menegaskan bahwa laporan evaluasi harus dimaknai sebagai instrumen perbaikan berkelanjutan, bukan sekadar rutinitas semesteran.
“Kita tidak ingin laporan ini hanya menjadi formalitas. Harus ada progres nyata. Program studi yang masih berada di bawah harus berani melakukan lompatan perbaikan,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya perencanaan pengembangan karier dosen secara sistematis, terutama dalam menghadapi regulasi baru terkait kenaikan jabatan fungsional dan publikasi ilmiah.
Sementara itu, Ketua LPM UM Metro menegaskan bahwa budaya mutu harus menjadi komitmen bersama, bukan sekadar kebutuhan administratif. Ia menyampaikan bahwa partisipasi dosen dalam proses evaluasi semester ini hampir sempurna dan menunjukkan peningkatan kinerja di berbagai unit kerja.
“Budaya mutu tidak boleh berhenti pada laporan. Ini harus menjadi kesadaran kolektif. Dengan partisipasi dosen yang hampir sempurna dan peningkatan kinerja di berbagai unit, UM Metro semakin mantap melangkah menuju Akreditasi Institusi peringkat UNGGUL,” ungkapnya.

