Harmoni Serumpun, SMA Muhi Yogya Terima Kunjungan Internasional dari Malaysia

Publish

13 February 2026

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
32
Foto Istimewa

Foto Istimewa

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta (Muhi) menerima kunjungan kehormatan dari Kolej Islam Sultan Alam Shah (KISAS) Malaysia pada Kamis, 12 Februari 2026, dalam balutan tema besar “Harmoni Budaya Kolaborasi Pembelajaran.” Kunjungan yang diikuti lima guru dan 32 murid dari KISAS ini menjadi momentum penting dalam mempererat persaudaraan serumpun sekaligus memperkuat jejaring pendidikan internasional. Sejak pagi hari, rombongan disambut hangat oleh keluarga besar Muhi Yogyakarta, menciptakan suasana akrab yang mencerminkan kedekatan historis dan kultural antara Indonesia dan Malaysia.

Rangkaian kegiatan diawali penyambutan tamu, di mana para murid Muhi langsung berinteraksi dengan partner masing-masing dari KISAS. Momen ini menjadi langkah awal membangun kedekatan personal sebelum memasuki agenda resmi. Pembukaan digelar di Grha Assakinah dengan penuh khidmat. Pembukaan diisi oleh MC dan pembacaan kalam ilahi, dilanjutkan sambutan serta pertunjukan seni yang memukau dari kedua belah pihak. Penampilan rockestra dari Muhi berpadu dengan beragam persembahan khas KISAS seperti Tari Zapin “Ya Salam”, lagu “Original Sabahan”, choral speaking, dikir barat, pantun, hingga lakon bertema “Visit Malaysia Year 2026”. Setiap penampilan bukan sekadar hiburan, melainkan simbol diplomasi budaya yang memperlihatkan kekayaan tradisi Melayu-Islam yang tumbuh di dua negara. Seni menjadi bahasa universal yang menjembatani perbedaan, memperkuat rasa saling menghargai, dan menumbuhkan kebanggaan terhadap identitas budaya masing-masing.

Kunjungan ini diterima secara langsung oleh Pjs Kepala SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta, Marini Amalia Octavianti, M.Pd. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya kolaborasi global bagi sekolah sebagai bagian dari ikhtiar membangun generasi berdaya saing internasional. Menurutnya, pengalaman kunjungan lintas negara memberikan pembelajaran autentik yang memperkaya wawasan murid, melatih kemampuan komunikasi antarbudaya, serta menanamkan nilai toleransi dan kepemimpinan. “Kolaborasi global bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan dalam dunia pendidikan saat ini,” ujarnya. Ia berharap kegiatan ini menjadi langkah awal dari kerja sama berkelanjutan antara kedua institusi.

Memasuki sesi inti, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian kelas kolaboratif pada pukul 09.30 WIB. Kelompok A mengikuti kelas membatik di Lobi Ruang Guru, sementara Kelompok B belajar gamelan di Ruang Gamelan lantai 4. Setelah itu, seluruh peserta mengikuti kelas angklung bersama di Grha As Sakinah pada pukul 10.30 WIB, menciptakan harmoni nada yang menyatukan perbedaan latar belakang. Menjelang siang, dilaksanakan persiapan dan pelaksanaan showcase KISAS di Lobi Timur/Halaman Timur yang menampilkan kreativitas dan bakat para murid Malaysia. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan ISHOMA pada pukul 12.45 WIB di Masjid dan Grha As Sakinah, menjadi ruang refleksi spiritual sekaligus istirahat bersama. Pukul 13.45 WIB, sesi kelas kembali berlangsung dengan pertukaran kelompok: Kelompok B mengikuti kelas membatik dan Kelompok A belajar gamelan, memastikan seluruh peserta memperoleh pengalaman yang setara dan menyeluruh.

Tema “Harmoni Budaya Kolaborasi Pembelajaran” semakin terasa maknanya sepanjang kegiatan. Harmoni budaya tercermin dalam keselarasan seni, interaksi, dan sikap saling menghormati antar peserta. Kolaborasi pembelajaran tampak nyata melalui praktik bersama dalam membatik, memainkan gamelan, dan angklung, yang menuntut kerja sama, komunikasi, serta empati. Perwakilan guru dari Malaysia dalam sambutannya turut menekankan pentingnya saling menghormati budaya global serta menjadikan keberagaman sebagai kekuatan untuk membangun pemahaman yang lebih luas dan mendalam.

Rangkaian acara ditutup dengan istirahat dan salat Asar bersama dilanjutkan penutupan di Grha Assakinah. Suasana hangat terasa dalam sesi makan sore prasmanan dan ramah tamah. Acara penutup semakin semarak dengan solo vokal murid Muhi serta persembahan nyanyian bersama sebagai farewell occasion, menciptakan kenangan manis yang mempererat persahabatan. Melalui keseluruhan rangkaian kegiatan dari pagi hingga sore hari, Muhi Yogyakarta menegaskan komitmennya sebagai sekolah berwawasan global yang tetap berakar pada nilai budaya dan keislaman. Kunjungan ini menjadi bukti bahwa pendidikan mampu menjadi jembatan harmoni antarbangsa sekaligus ruang tumbuh bagi generasi pemimpin masa depan. (Yusron)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - "Pendidikan, menurut undang-undang, memiliki terminologi yang ....

Suara Muhammadiyah

17 January 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Sekretaris Pimpinan Ranting Muhammadiyah Gowongan Nurfirman B....

Suara Muhammadiyah

2 May 2025

Berita

SUMPUR KUDUS, Suara Muhammadiyah - Kabar Bahagia hadir dari Sumpur Kudus, kampung kecil yang tersuru....

Suara Muhammadiyah

21 July 2025

Berita

MAUMERE, Suara Muhammadiyah - Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti Ruang Rektorat Unive....

Suara Muhammadiyah

17 October 2025

Berita

MAGELANG, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Muntilan mengadakan pengajian peng....

Suara Muhammadiyah

1 December 2025