Growth Mindset dalam Islam: Menjadi Kaya, Bermanfaat, dan Pemimpin Umat

Publish

7 October 2025

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
534
Foto Istimewa

Foto Istimewa

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Definisi sukses seorang muslim tidak seharusnya berhenti pada capaian ritual ibadah, tetapi juga mencakup keberhasilan materi dan kontribusi sosial. Menurut Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) sekaligus Managing Director Syncore Consulting, Rudy Suryanto, S.E., M.Acc., Ph.D., Ak., CA, setiap muslim wajib menanamkan growth mindset serta menyadari peran ganda manusia sebagai Abdullah (hamba Allah) dan Khalifah (pemimpin) di muka bumi.

Dalam wawancara di ruang dosen Prodi Akuntansi FEB UMY pada Jumat (03/10), Rudy menekankan bahwa tekad untuk menjadi kaya dan bermanfaat harus berawal dari mindset. Mengutip buku Growth Mindset karya Carol Dweck, ia menjelaskan bahwa nasib manusia bisa berubah dengan upaya yang dimulai dari cara berpikir.

“Ada orang yang percaya nasib sudah tetap, tapi ada juga yang yakin nasib bisa diubah dengan usaha. Itulah growth mindset. Kalau kita berpikir kaku, maka perjalanan hidup kita pun akan pasif dan terbatas,” jelas Rudy.

Menanggapi pandangan bahwa tidak semua muslim bisa kaya, Rudy menekankan pentingnya niat baik dan usaha nyata.

“Orang yang yakin berhasil dan kerja keras saja belum tentu sukses, apalagi yang tidak punya niat dan pengharapan yang baik,” tegasnya.

Peran Ganda: Abdullah dan Khalifah

Rudy menguraikan filosofi pentingnya menjadi kaya dan bermanfaat. Sebagai Abdullah, manusia diwajibkan beribadah kepada Allah. Namun sebagai Khalifah, manusia juga bertugas memimpin, berinovasi, dan bekerja keras demi kemaslahatan umat.

“Setelah bisa mencukupi dirinya sendiri, seorang muslim wajib menafkahi keluarganya. Lalu, jika kebutuhan keluarga sudah tercukupi, barulah ia bisa memberi manfaat lebih luas ke masyarakat. Mustahil seseorang bisa memberi manfaat kalau dirinya sendiri masih menjadi beban,” paparnya.

Ia mengutip sebuah hadis yang menekankan pentingnya menjadi orang paling bermanfaat bagi sesama. Dalam logika Rudy, kekayaan bukan tujuan utama, melainkan konsekuensi dari kebermanfaatan.

“Tidak mungkin seseorang bermanfaat luas tapi tetap miskin. Karena dengan memberi manfaat, keberkahan akan kembali kepada kita,” ujarnya.

Selaras dengan Semangat Muhammadiyah

Menurut Rudy, pandangan ini sejalan dengan prinsip Muhammadiyah yang selalu menekankan semangat Berkemajuan, yakni menjadi solusi atas masalah sesuai tantangan zaman. Saat ini, salah satu tantangan terbesar adalah pengangguran, sehingga Muhammadiyah perlu mendorong kader-kadernya menjadi wirausahawan.

“Esensi bisnis adalah inovasi, yaitu mencari cara mengikuti perkembangan kebutuhan konsumen,” katanya, mengutip pemikiran Peter Drucker.

Sebagai mantan Wakil Rektor bidang keuangan, Rudy menjelaskan bahwa UMY telah mencanangkan milestone menjadi Entrepreneurial University. Konsep ini bukan hanya mengejar profit, melainkan membangun karakter wirausaha pada setiap lulusan agar berfokus pada creating value dan menemukan terobosan baru.

Untuk mendukung hal ini, UMY membangun Entrepreneurial Ecosystem, yakni lingkungan yang menyediakan dukungan emosional (bagi yang gagal tetap dihargai), dukungan finansial (ada pihak yang berani mendanai), serta dukungan teknis dan pemasaran.

“Dengan ekosistem ini, UMY ingin melahirkan ide-ide baru, bisnis baru, dan kader-kader baru yang relevan dengan perkembangan zaman. Inilah yang membuat Muhammadiyah terus berkembang, karena DNA-nya selalu mengaktualisasikan nilai sesuai konteks zamannya,” tutup Rudy. (Jeed)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BANTUL, Suara Muhammadiyah — Serangkaian kegiatan pelatihan jurnalistik yang diselenggarakan o....

Suara Muhammadiyah

4 May 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah — Dalam upaya menanamkan kesadaran berlalu lintas sejak dini, S....

Suara Muhammadiyah

7 May 2025

Berita

BANYUMAS, Suara Muhammadiyah - Hizbul Wathan (HW) Qobilah Sarbini STIE Muhammadiyah Cilacap, me....

Suara Muhammadiyah

25 July 2024

Berita

SLEMAN, Suara Muhammadiyah - Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM....

Suara Muhammadiyah

21 January 2026

Berita

JAKARTA, Suar Muhammadiyah - Penanganan radikalisme di Indonesia dan Bangladesh melalui tindaka....

Suara Muhammadiyah

4 June 2024