JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Forum Guru Muhammadiyah (FGM) Pusat menyatakan keprihatinan mendalam atas insiden pelindasan yang menimpa seorang pengemudi ojek online (ojol) oleh oknum aparat keamanan saat unjuk rasa di Gedung DPR, Jakarta. Ketua FGM Pusat, Sutomo, mengimbau agar semua pihak bisa menahan diri demi menjaga kondisi yang tetap kondusif.
Sutomo, yang akrab disapa Kyai Tomo, mengekspresikan rasa prihatinnya terhadap korban, Affan Kurniawan. Ia mengajak para demonstran dan aparat keamanan untuk saling bekerja sama. Menurutnya, pendemo memiliki hak untuk menyampaikan aspirasi, tetapi harus dilakukan tanpa tindakan anarkis dan merusak fasilitas umum. Di sisi lain, aparat keamanan juga diharapkan menghindari tindakan represif.
"Hindari pengamanan represif, pun pendemo juga jangan anarkis," tegas Sutomo, Jum'at (29/8).
Ia juga menekankan agar para pelajar tidak ikut serta dalam demonstrasi untuk mencegah tindakan anarkis. Kyai Tomo menyampaikan bahwa di era digital saat ini, penyampaian pendapat bisa dilakukan melalui media sosial yang dianggap tidak kalah efektif dibanding demonstrasi langsung.