SLEMAN, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Pusat (PP) ‘Aisyiyah melalui Lembaga Budaya, Seni, dan Olahraga (LBSO) menyelenggarakan Festival Seni Budaya ‘Aisyiyah (FeSiBA) 2025 pada Sabtu (10/1) di Auditorium Saraswati Balai Besar Penjaminan Pengembangan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV), Sleman.
Kegiatan ini menjadi upaya revitalisasi seni budaya sekaligus media dakwah yang ringan dan mencerahkan.
Acara FeSiBA 2025 diawali dengan beragam pentas seni, di antaranya paduan suara TK ABA Kauman, penampilan angklung Senior School Condong Catur Yogyakarta, serta drumband TK ABA Karangkajen Yogyakarta.
Muhammadiyah memandang seni dan budaya sebagai refleksi keyakinan religius. Karena itu, melalui FeSiBA 2025, Ketua Panitia FeSiBA, Dr Sarjilah, MPd., mengajak seluruh peserta dan hadirin untuk terus melestarikan budaya Nusantara yang kaya dan beragam.
“Sudah seyogianya kita mengembangkan dan mengenalkan budaya Nusantara yang sangat kaya dengan ragam dan etnik,” ujarnya.
Dalam FeSiBA 2025, LBSO menyelenggarakan delapan cabang lomba yang diikuti 353 peserta dari 28 wilayah. Adapun lomba tersebut meliputi paduan suara, cipta lagu religi, video senam ‘Aisyiyah Bahagia, video senam Bustanul Athfal, video kuliner tradisional, karya tulis ilmiah permainan tradisional, serta karya tulis ilmiah kain tradisional.
Sarjilah berharap upaya revitalisasi nilai-nilai luhur budaya bangsa terus dilakukan karena sejalan dengan ajaran Islam yang menjunjung tinggi kebudayaan.
“Usaha dan kegiatan yang berkaitan dengan revitalisasi nilai-nilai luhur budaya bangsa perlu terus dilakukan karena sesuai dengan ajaran Islam yang sangat menghargai kebudayaan,” harapnya.
Sementara itu, Kepala BBPPMPV, Masrukhan Budiyanto, SE., MM., menyampaikan kebahagiaan dan kehormatannya dapat bekerja sama dengan ‘Aisyiyah dalam penyelenggaraan FeSiBA 2025. Menurutnya, kolaborasi tersebut sangat tepat dilaksanakan di lingkungan BBPPMPV.
“BBPPMPV berada di bawah naungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, khususnya di bidang vokasi. Tugas kami adalah penjaminan mutu dan peningkatan kompetensi, sehingga kegiatan ini sangat relevan diselenggarakan di sini,” ungkapnya.
Keberadaan LBSO di lingkungan ‘Aisyiyah dinilai berhasil menjadi media dakwah melalui seni budaya dan olahraga. Pada FeSiBA 2025, tema yang diangkat adalah "Memajukan dan Melestarikan Seni Budaya Indonesia."
Ketua LBSO PP ‘Aisyiyah, Widiyastuti, SS., MHum., mengungkapkan bahwa LBSO telah menghasilkan hampir 20 produk seni dan budaya, antara lain film dokumenter, ciptaan lagu, video senam, gerak lagu, hingga buku.
“Pesan-pesan budaya ternyata dapat disampaikan dengan sangat indah, cair, dan ringan melalui seni dan budaya,” pungkasnya. (Fab)

