SUKABUMI, Suara Muhammadiyah — Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) bersama Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Kota dan Kabupaten Sukabumi menyelenggarakan kegiatan Baitul Arqam Guru pada 14–15 Februari 2026 di Kampus UMMI. Sebanyak 209 guru Muhammadiyah dari jenjang TK, SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/SMK se-Kota dan Kabupaten Sukabumi mengikuti kegiatan pembinaan tersebut. Penyelenggaraan Baitul Arqam Guru oleh UMMI ini merupakan bentuk kontribusi nyata UMMI dalam mendukung penguatan ideologi, komitmen persyarikatan, serta peningkatan kualitas dan profesionalisme guru di lingkungan pendidikan Muhammadiyah, khususnya di wilayah Sukabumi.
Rektor UMMI, Dr. Reny Sukmawani, M.P., menegaskan bahwa keterlibatan UMMI dalam penyelenggaraan Baitul Arqam merupakan bagian dari tanggung jawab perguruan tinggi Muhammadiyah terhadap Persyarikatan. “UMMI memiliki komitmen untuk terus berkontribusi dalam penguatan sumber daya manusia Muhammadiyah, khususnya guru, sebagai pilar utama pendidikan Persyarikatan. Baitul Arqam ini adalah wujud nyata pengabdian UMMI bagi Muhammadiyah”.
Ketua BPH UMMI, Dr. Heriyanto, M.Pd., secara resmi membuka kegiatan sekaligus menegaskan pentingnya penguatan komitmen persyarikatan di lingkungan sekolah Muhammadiyah.
Selama dua hari, peserta mengikuti rangkaian materi penguatan ideologi Muhammadiyah, komitmen dan loyalitas persyarikatan, pengembangan sekolah Muhammadiyah berkemajuan, tuntunan ibadah sesuai tarjih, hingga pengembangan kreativitas dan jiwa kewirausahaan guru. Kegiatan juga dilengkapi diskusi kelompok, refleksi spiritual, serta aktivitas kebersamaan melalui olahraga dan fun games sebagai bagian dari penguatan solidaritas dan kekompakan peserta.
Pada kesempatan tersebut dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara UMMI dan sekolah Muhammadiyah serta PKS UMMI dengan Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Jawa Barat sebagai bentuk kolaborasi peningkatan mutu pendidikan dan pengembangan kompetensi guru Muhammadiyah.
Kegiatan penutupan dihadiri Ketua PWM Jawa Barat, Dr. Iu Rusliana, M.Si., yang berpesan agar guru Muhammadiyah senantiasa menjaga integritas, profesionalitas, dan loyalitas terhadap persyarikatan. Arahan sekaligus penutupan resmi disampaikan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Dr. Fajar Riza Ul Haq, yang menekankan pentingnya transformasi pendidikan berbasis nilai, karakter, dan kemajuan.
Melalui Baitul Arqam Guru ini diharapkan terwujud guru Muhammadiyah yang berintegritas, berkemajuan, dan mampu menghadirkan pendidikan yang mencerahkan. Sinergi antara UMMI, Majelis Dikdasmen, PDM, PWM, dan BBGTK menjadi langkah strategis penguatan ekosistem pendidikan Muhammadiyah di wilayah Sukabumi.

