Dekan FSH UM Bandung Dorong Mahasiswa Siap Jadi Arsitek Peradaban

Publish

22 December 2025

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
315
Foto Istimewa

Foto Istimewa

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung sukses menyelenggarakan kegiatan Pengenalan Lingkungan dan Temu Akrab (PELITA) pada Sabtu (13/12/2025). Agenda yang melibatkan mahasiswa angkatan 2024 dan 2025 ini dirancang sebagai wadah silaturahmi sekaligus penguatan internal di lingkungan prodi.

Ketua Pelaksana PELITA Mia Yunita menjelaskan bahwa tujuan utama dari kegiatan ini adalah menanamkan dan menumbuhkan rasa kepemilikan mahasiswa terhadap prodi PIAUD. Selain itu, PELITA juga menjadi sarana efektif untuk membangun bounding atau ikatan emosional antara kakak tingkat dan adik tingkat agar tercipta lingkungan akademik yang suportif.

Beragam rangkaian acara menarik turut memeriahkan PELITA kali ini. Mulai dari penampilan Seni Budaya dan Prakarya (SBP) yang menampilkan kreativitas mahasiswa, sesi pemberian materi yang inspiratif, hingga campus tour untuk memperkenalkan fasilitas pendukung di lingkungan UM Bandung.

Pada kesempatan ini, panitia menghadirkan Dekan Fakultas Sosial dan Humaniora (FSH) Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung Dr Irianti Usman MA sebagai narasumber utama. Irianti menegaskan bahwa mahasiswa Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) memegang peran krusial sebagai ”arsitek peradaban.”

Irianti menekankan bahwa mahasiswa PIAUD bukan sekadar calon pengajar biasa, melainkan garda terdepan dalam pembentukan karakter generasi bangsa. Ia menilai bahwa masa usia dini adalah fase emas yang menjadi fondasi utama dalam membangun peradaban sehingga mahasiswa harus memiliki kesadaran penuh akan tanggung jawab besar yang mereka piku di masa depan.

Irianti juga menyoroti tantangan besar di era teknologi saat ini, seperti distraksi digital, konten negatif, dan budaya pencitraan yang masif. Ia mendorong para mahasiswa untuk mampu menjadi penyaring informasi yang bijak dan memberikan contoh penggunaan teknologi yang sehat sehingga perkembangan anak tidak terganggu oleh dampak negatif kemajuan zaman.

Lebih lanjut, Irianti mengutip filosofi “Becoming a Delectable Teacher” yang menggambarkan bahwa seorang guru hidup dalam sebuah ”akuarium.” Artinya, segala tingkah laku, ucapan, dan karakter guru akan selalu diperhatikan dan ditiru oleh anak didik. Oleh karena itu, integritas moral dan kesantunan menjadi aspek yang tidak bisa ditawar bagi seorang pendidik anak usia dini.

”Identitas sebagai mahasiswa PIAUD juga harus mencakup peran sebagai pembimbing fitrah dan penjaga perkembangan emosi anak. Pendidik PIAUD harus menjadi representasi nilai-nilai Islam yang mampu mengarahkan anak sesuai dengan potensi alaminya, sembari memastikan mereka tumbuh dengan akhlak yang mulia,” ujar Irianti.

Selain fokus pada pendidikan formal, Irianti menekankan bahwa mahasiswa PIAUD adalah agen perubahan sosial di lingkungan sekitarnya. Mereka diharapkan memiliki kepekaan untuk menghubungkan ilmu ke-PIAUD-an dengan kebutuhan nyata di masyarakat sehingga kehadiran mereka memberikan dampak positif yang luas bagi pengasuhan anak secara umum.

Secara teknis, Irianti menjelaskan pentingnya aksiologi keilmuan PIAUD yang mencakup kemampuan observasi stimulasi perkembangan, pembuatan alat peraga edukatif, hingga teknik storytelling. Penguatan literasi keluarga dan perhatian pada kesehatan mental anak juga menjadi kompetensi utama yang harus diasah sejak bangku perkuliahan.

Irianti juga memperkenalkan model pembangunan identitas mahasiswa melalui skema Action, Impact, dan Identity. ”Identitas sebagai pendidik profesional akan muncul ketika mahasiswa mulai melakukan aksi nyata yang memberikan dampak bagi masyarakat, yang pada akhirnya akan melahirkan rasa bangga dan rasa memiliki terhadap profesinya,” tegas Irianti.

Sebagai penutup, Irianti mengajak seluruh mahasiswa baru untuk bangga menjadi bagian dari keluarga besar PIAUD UM Bandung. Ia berpesan agar semangat untuk berkontribusi terus dijaga, karena karya dan pengabdian mahasiswa adalah kunci dalam membangun pilar ilmu pengetahuan dan bimbingan yang akan memperkuat masa depan bangsa.*(FA)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

OGAN ILIR, Suara Muhammadiyah — Upaya peningkatan mutu pendidikan Muhammadiyah kembali digaung....

Suara Muhammadiyah

22 November 2025

Berita

KUALA LUMPUR, Suara Muhammadiyah — Pimpinan Cabang Luar Negeri (PC LN) Ikatan Mahasiswa Muhamm....

Suara Muhammadiyah

5 September 2025

Berita

GOWA, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PC IPM) Limbung berhas....

Suara Muhammadiyah

24 July 2023

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - SD Muhammadiyah Sapen menerima tamu istimewa dari Hyundai Mobi....

Suara Muhammadiyah

3 October 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Wejangan dari K.H. Ahmad Dahlan, “Hidup-hidupilah Muhammadiya....

Suara Muhammadiyah

13 November 2023