Dakwah di Era Digital Jadi Fokus Pelatihan Mubaligh Hijrah Ummul Mukminin

Publish

11 February 2026

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
70
Foto Istimewa

Foto Istimewa

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Pondok Pesantren Putri Ummul Mukminin Aisyiyah di Sulawesi Selatan menyelenggarakan pelatihan mubaligh hijrah pada Sabtu, 7 Februari 2026. Kegiatan ini diikuti sekitar 45 santri yang nantinya akan dikirim ke Kabupaten Bulukumba dan Kabupaten Bantaeng untuk berdakwah di lingkungan masyarakat pedesaan selama bulan Ramadan mendatang.

Ketua Panitia Pelaksana, Ustaz Tauhid, S.Ag., M.M., menjelaskan bahwa pengiriman santri bertujuan memberikan kesempatan bagi mereka untuk menyampaikan dakwah sekaligus memahami kehidupan masyarakat dari dekat. Menurutnya, pengalaman ini akan membantu santri mengenali kondisi sosial dan budaya pedesaan secara nyata, sehingga dakwah yang mereka sampaikan lebih kontekstual dan relevan.

Pelatihan dipandu oleh Haidir Fitra Siagian, S.Sos., M.Si., Ph.D., dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Alauddin Makassar. Dalam materinya, Haidir menguraikan strategi dakwah di era digital, perubahan media komunikasi, serta tantangan menghadapi audiens modern yang lebih dinamis.

Wakil Ketua Lembaga Pengembangan Pesantren Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan ini menekankan bahwa dakwah merupakan proses komunikasi nilai-nilai Islam yang dirancang secara sadar, sistematis, dan berkesinambungan agar pesan keislaman dapat dipahami, dihayati, dan diamalkan. Dakwah tidak hanya dilakukan melalui ceramah lisan, tetapi juga bisa diwujudkan lewat tulisan, tindakan nyata, dan keteladanan perilaku. Tujuan utama dakwah adalah mengajak manusia menuju kebaikan, membimbing mereka di jalan Allah, serta menjadi teladan dalam akhlak dan perilaku Islami.

Selain itu, alumni Universitas Kebangsaan Malaysia (UKM) ini, mengemukakan pentingnya menyesuaikan metode dakwah dengan perkembangan zaman. Perubahan sosial, budaya, dan teknologi menuntut pendekatan dan media yang relevan, agar pesan dakwah tetap efektif dan komunikatif. Materi pelatihan juga menekankan perbedaan antara dakwah konvensional dan digital, di mana dakwah tatap muka biasanya terbatas ruang dan waktu serta bersifat satu arah, sementara dakwah digital memungkinkan penyebaran pesan lebih luas dan interaktif.

Para santri dibekali strategi praktis untuk berdakwah di pedesaan dengan cara yang sesuai karakter lokal dan memanfaatkan media digital. Diharapkan, pelatihan ini akan menyiapkan mereka sebagai agen dakwah yang kreatif, adaptif, dan mampu menjangkau masyarakat secara nyata.***


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

Cerita dari Timur Indonesia dalam Pendampingan Akreditasi Khairunnaas anfa’uhum linnaas (seba....

Suara Muhammadiyah

15 August 2024

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah — Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Muhammadiyah (UM)....

Suara Muhammadiyah

11 August 2025

Berita

MALAYSIA, Suara Muhammadiyah - Pada 29 Oktober 2025 Rektor UMAM Dr Saidul Amin menjadi narasumber di....

Suara Muhammadiyah

31 October 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Populasi anggrek endemik Gunung Merapi, Vanda tricolor, kian teranc....

Suara Muhammadiyah

24 June 2025

Berita

BANDA ACEH, Suara Muhammadiyah – Panitia pelaksana program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) ....

Suara Muhammadiyah

10 September 2023