Bertungkus Lumus Menjadikan Masjid Muhammadiyah Makmur-Memakmurkan

Publish

17 September 2025

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
500
H Muhammad Jamaludin Ahmad, SPsi., Psikolog

H Muhammad Jamaludin Ahmad, SPsi., Psikolog

PONOROGO, Suara Muhammadiyah – Ketua Lembaga Pengembangan Cabang Ranting & Pembinaan Masjid (LPCRPM) Pimpinan Pusat Muhamamdiyah Muhammad Jamaludin Ahmad mengatakan, persoalan yang mengungkung di lingkungan masjid saat ini belum adanya kesadaran kolektif mengajak seluruh anggota keluarga datang ke masjid. Hal ini membuat masjid tidak makmur-memakmurkan.

“Suami istri berangkat ke masjid, tapi lupa membawa anak-anaknya. Itu salah satu yang membuat masjid tidak makmur. Termasuk pengajian-pengajian tidak makmur,” katanya saat Pengajian Ahad Pagi Al-Manar di Universitas Muhammadiyah Ponorogo, Jawa Timur, Ahad (14/9).

Sementara, kategorisasi masjid makmur-memakmurkan ramai dengan anak-anak. Sementara, anak-anak hanya di rumah, bahkan ada yang nongkrong dengan teman-teman meski sudah tiba waktu shalat.

“Tidak ada satu pun mereka yang shalat di masjid. Hal itu bisa terjadi di mana pun kalau orang Muhammadiyah tidak mau memakmurkan masjid. Jangan sampai terjadi di masjid Muhammadiyah. Maka kita harus semangat,” tegasnya.

Menukil survei LPCRPM PP Muhammadiyah terhadap 116 masjid Muhammadiyah, menyimpulkan bahwa rata-rata jumlah jamaah masjid Muhammadiyah ada 30 orang.

“Di shalat 5 waktu, terus dibagi 5, jamaahnya rata-rata 30 orang. Itu makmur atau belum? Belum, karena rata-rata masih 30 orang,” ungkapnya.

Jamal mencontohkan, ada masjid Muhammadiyah yang sudah makmur-memakmurkan. Salah satunya di Masjid Al-Jihad Banjarmasin, Kalimantan Selatan miliki PCM Banjarmasin 04.

“Masjid yang shalat 5 waktu rata-rata 500 sampai 1000 jemaah. Itu masjid Muhammadiyah paling makmur dari segi jumlah jamaah yang shalat 5 waktu,” bebernya.

Karena itu, Jamal mengajak kepada seluruh masjid Muhammadiyah untuk berupaya menambah jumlah jamaahnya agar semakin banyak lagi. “Agar menjadi masjid yang makmur-memakmurkan,” ujarnya.

Masjid makmur-memakmurkan itu, menurut Jamal, selain makmur shalat jamaahnya dan pengajiannya, pada saat yang sama, juga makmur zakat, infak, sedekahnya, makmur ibu-ibunya.

“Jadi wanita-wanita dianjurkan memakmurkan masjid dengan shalat berjamaah, dengan menuntut ilmu, dan kegiatan positif lainnya. Itu kesimpulan dari Majelis Tarjih,” jelasnya.

Lebih-lebih makmur anak mudanya. Bagi Jamal, tidak banyak masjid yang ada anak mudanya, apalagi yang mengurus masjid. “Anak muda mesti shalat berjamaah di masjid, mengikuti pengajian, dan mengelola masjid,” terangnya. “Karena hanya masjid yang diurusi anak muda akan menjadi masjid yang makmur,” tegasnya lagi.

Untuk itu, Jamal mengajak orang tua untuk membiasakan anak-anak ke masjid. “Karena kalau anak muda ke masjid baru nanti kebangkitan Islam akan terjadi,” tandasnya. (Cris)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Menjelang kompetisi Piala Soeratin yang serentak dilaksanakan di se....

Suara Muhammadiyah

11 September 2023

Berita

MEDAN, Suara Muhammadiyah – Rahmat Shah, tokoh konservasi alam dunia, mengajak mahasiswa Unive....

Suara Muhammadiyah

5 July 2024

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah – Dalam rangka memperingati Hari Bahasa Arab Sedunia, Ma’ha....

Suara Muhammadiyah

19 December 2024

Berita

PRINGSEWU, Suara Muhammadiyah - Rapat Kerja (Raker II) Pimpinan Cabang Muhammadiyah Pringsewu sukses....

Suara Muhammadiyah

14 February 2026

Berita

SOLO, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melakukan kolaborasi untuk merin....

Suara Muhammadiyah

24 April 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah