Berhasil Kelola Coffe Shop Beromzet Puluhan Juta, Jalankan Bisnis Tak Perlu Tergesa-gesa

Publish

31 July 2024

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
1042
UMM

UMM

MALANG, Suara Muhammadiyah - Adalah Farid Abdul Rahman, alumnus Program Studi Ekonomi Syariah Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang sukses jalankan usaha coffe shop. Ia berhasil meraup keuntungan puluhan juta sebulan sekaligus memberikan lapangan pekerjaan bagi anak-anak muda. 

Farid mengaku bahwa ia berani membuka usaha coffeshop bernama SensCafe karena bekal dari UMM. Selama perkuliahan, dia sangat menekuni materi seputar manajemen, mulai dari manajemen keuangan, resiko, serta operasional. Menurutnya, semua ilmu yang sudah didapat akan sia-sia juga tidak diimplementasikan.

“Ilmu dari kampus itu sangat berguna, apalagi saya ini dari Prodi Ekos dan mendapat ilmu terkait dengan manajemen. Itu semua saya implementasikan dengan membuka dan menjalankan usaha coffeshop ini,” ungkapnya.

Dia mengaku bahwa modal awal dari usaha coffeshop ini banyak dari sisa biaya menikah dan berbagai tabungan lain yang nilainya 50 juta. Berbagai tantangan dan halangan ia alami sejak resmi membuka coffeshopnya. Bahkan pada 2018, ia sempat berpindah-pindah lokai. Mulai dari daerah Malang Raya, lalu ke Bangil Pasuruan. Lalu kini ada di Ampeldento Karangploso, Kabupaten Malang yang berlokasi di area belakang kampus 3 UMM.

“SensCafe ini sudah berjalan sejak 2021. Sudah mulai belaja dan merintis usaha coffeshop sejak tahun 2018, saat saya jadi mahasiswa semester akhir. Saya kan dasarnya meamng seorang aktivis di Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah. Dulu kami anak-anak IMM itu sering pindah lokasi tempat nongkrong. Dari situ saya coba sewa tempat untuk tempat ngopi yang sekalian bisa jadi basecamp. Melihat omsetnya yang lumayan, akhirnya saya ketagihan dengan bisnis coffeshop,” kisahnya.

Tekad yang kuat, gigih, dan harus mau tirakat menjadi kunci yang selalu dipegang teguh oleh Farid. Apalagi mengingat bahwa menjadi seorang pengusaha itu sangatlah tidak mudah. Semua sektor dalam usaha tersebut harus diperhatikan secara intensif dan terus menerus memerlukan evaluasi.

Dia juga berpesan kepada seluruh mahasiswa yang kini masih merintis usaha untuk tidak tergesa-gesa dalam mengejar ekspetasi hasil dalam usahanya. “Kalian harus mau puasa. Puasa disini maksudnya harus bisa memperbanyak sabar, menjaga keuangan dengan baik, mampu mengambil keputusan dengan kepala dingin, dan jangan tergesa-gesa. Saat masa merintis usaha itu mungkin lebih banyak tidak enaknya. Namun seiring berjalannya waktu, ketika semua aspek dalam usaha itu kuuat, pasti hasil yang didapat bisa melampaui ekspetasi,” pesannya. (diko)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

SURABAYA, Suara Muhammadiyah - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) meraih Pen....

Suara Muhammadiyah

27 November 2025

Berita

KUALA LUMPUR, Suara Muhammadiyah — Pimpinan Cabang Luar Negeri (PC LN) Ikatan Mahasiswa Muhamm....

Suara Muhammadiyah

5 September 2025

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Kevin Lius Bong, peserta Top 12 program Clash of Champions Ruang Guru,....

Suara Muhammadiyah

8 December 2024

Berita

MURUNG RAYA, Suara Muhammadiyah - SMA Muhammadiyah Puruk Cahu menggelar Pesantren Ramadhan 1446 H, R....

Suara Muhammadiyah

22 March 2025

Berita

MALANG, Suara Muhammadiyah - Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah M....

Suara Muhammadiyah

23 September 2024