Bedah Buku Karya Ridho Al-Hamdi, Jejak Parmusi dalam Sejarah Muhammadiyah

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
1568
Bedah Buku Parmusi Karya Ridho Al-Hamdi. Foto: Hafidz

Bedah Buku Parmusi Karya Ridho Al-Hamdi. Foto: Hafidz

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Buku “Parmusi: Pergulatan Muhammadiyah dalam Partai Politik 1966-1971” karya Ridho Al-Hamdi, Ketua Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik Pimpinan Pusat Muhammadiyah dibedah pada Selasa (19/11). Bedah buku ini dilaksanakan di Lantai 4 Ruang Aula Grha Suara Muhammadiyah.

Ridho mengatakan buku ini lahir dari keresahannya pasca merampungkan bukunya yang berjudul Paradigma Politik Muhammadiyah pada tahun 2020. “Di tengah-tengah itu saya berpikir belum ada buku Parmusi yang khusus, yang ternyata di dalamnya Muhammadiyah itu sangat luar biasa,” terang penulis dalam sambutannya.

Ridho menjelaskan jika sejak berdiri pada 1912 hingga kini, para aktivis Muhammadiyah banyak yang pernah terlibat dalam aktivitas kepartaian. Seperti di Sarekat Islam (SI), Partai Islam Indonesia (PII), Partai Majelis Syuro Muslimin Indonesia (Masyumi), Partai Muslimin Indonesia (Parmusi), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Matahari Bangsa (PMB) hingga ke Partai Ummat (PU), ataupun partai politik lain.

Keterlibatan Muhammadiyah paling intensif secara kelembagaan ke partai politik terjadi pada Parmusi dibandingkan Masyumi apalagi PAN. Baik Parmusi maupun Masyumi, keduanya sama-sama hanya sekali saja pernah menjadi peserta pemilu. Masyumi pernah menjadi partai politik peserta Pemilu 1955 sementara Parmusi pernah menjadi partai politik peserta Pemilu 1971.

“Bedanya, bulan madu antara Muhammadiyah dan Parmusi (1968-1971) tidak sepanjang/selama antara Muhammadiyah dan Masyumi (1945-1958). Namun, intensitas pengaruh dan keterlibatan Muhammadiyah ke Parmusi jauh lebih mendalam ketimbang ke Masyumi,” jelas Ridho.

Seperti Ridho, Sekretaris LHKP PP Muhammadiyah David Efendi menyebutkan bahwa Muhammadiyah mungkin telah memasuki era baru politik yang disebutnya "politik tanpa partai." Menurutnya, fenomena ini dapat dilihat dari dorongan Muhammadiyah pada kader terbaiknya untuk menduduki jabatan struktural di pemerintahan.

“Ini adalah perjalanan sejarah menarik dari Muhammadiyah. Mungkin inilah bentuk baru dari politik tingkat tinggi (high politics) yang tidak sekadar bertumpu pada kelembagaan formal, tetapi pada konsensus dan kesadaran diaspora,” jelasnya.

Mempelajari sejarah merupakan hal yang sangat penting. Direktur Bidang Media dan Publikasi Suara Muhammadiyah Isngadi Marwah Atmadja mengajak untuk menggali sejarah dengan pandangan gaya baru. Terlebih menyakut perpolitikan, adalah hal yang sudah semestinya dipelajari terutama oleh generasi masa kini. 

“Sejarah tidak perlu ditakuti. Sejarah tidak perlu disesali, tetapi perlu diulangi dengan cara baru,” tuturnya.

Sementara itu, Guru Besar UIN Sunan Kalijaga Siti Syamsiyatun memberikan testimoni buku Parmusi ini sebagai kisah “Musibah berbuah Hikmah” bagi Muhammadiyah. Menurutnya penting untuk memahami sejarah dinamika dan relasi Muhammadiyah dengan parpol.

“Generasi muda dan yang akan datang dapat mengambil hikmah terbaik dari segala peristiwa yang beragam untuk melanjutkan gerakan Muhammadiyah,” terangnya.

Dalam acara pagi ini hadir juga Ketua Umum PP Aisyiyah Salmah Orbayyinah, Ketua Umum PP Nasyiatul Aisyiyah Ariati Dina Puspitasari, Dosen Ilmu Sejarah UNY Muhammad Yuanda Zara, BPH UAD Azman Latif, dan beberapa tamu undangan lainnya. (Lik/Fab/Hafidz/Cris)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

TEMANGGUNG, Suara Muhammadiyah– Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa Program Studi S1 Pe....

Suara Muhammadiyah

12 February 2025

Berita

PIYUNGAN, Suara Muhammadiyah - Dunia semakin berubah. Pelbagai temuan teknologi bermunculan dengan a....

Suara Muhammadiyah

12 December 2024

Berita

PONOROGO, Suara Muhammadiyah - Unit usaha Persayarikatan Muhammadiyah terus bertambah. Pada Jum....

Suara Muhammadiyah

24 January 2025

Berita

SIAK, Suara Muhammadiyah – Peserta Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (KKN MA....

Suara Muhammadiyah

19 August 2025

Berita

TEGAL, Suara Muhammadiyah - Sebagai bagian dari upaya meningkatkan Catur Darma STIKes Muhammadiyah T....

Suara Muhammadiyah

21 February 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah