Amal Usaha Muhammadiyah (AUM): Dakwah bil Hal untuk Masyarakat yang Adil dan Sejahtera
Oleh: Nurizal Ismail, Ketua Majelis Ekonomi dan Kewirausahawanan PCIM Malaysia dan Dosen International Islamic University Malaysia (IIUM)
PCIM dan PCIA Malaysia telah melakukan acara pembekalan di Rumah Hamka Malaysia, pada Sabtu (10/1/2026), sebagai rangkaian acara menuju pelantikan pengurus periode 2025-2027. Tema yang diangkat dalam pembekalan adalah “Islam Berkemajuan sebagai Pilar Gerakan Global Muhammadiyah di Malaysia,” dengan menghadirkan dua pembicara dari PP Muhammadiyah yaitu dr. H. Agus Taufiqurrohman, Sp.S., M.Kes., Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Bidang Pembinaan Kesehatan Umum, Kesejahteraan Sosial, dan Resiliensi Bencana, dan Dr. H. Agung Danarto, M.Ag., Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Bidang Organisasi, Ideologi, Kaderisasi, dan Pembinaan Angkatan Muda Muhammadiyah.
Amal Usaha Muhammadiyah adalah bentuk konkrit dakwah bil hal di tengah dinamika sosial dan ekonomi yang terus berubah dengan segala permasalahannya. Dr. Agung sebagai pembicara pertama menegaskan bahwa Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) adalah media dakwah persyarikatan Muhammadiyah. Hal ini menunjukkan bahwa dakwah Muhammadiyah tidak berhenti pada dakwah dan wacana keilmuan saja. Melalui AUM, Muhammadiyah hadir dalam bentuk dakwah yang nyata, terukur, dan berkelanjutan dalam bentuk sekolah, rumah sakit, hingga unit-unit usaha ekonomi yang dikelola yang berdampak langsung terhadap kehidupan Masyarakat. Warung Soto Lamongan yang berlokasi di Kampung Baru, Malaysia, merupakan AUM yang dikelola oleh PCIM Malaysia. Tidak hanya berhenti di Wasola, inisiasi Sekolah Islam Internasional Muhammadiyah di Malaysia pun menjadi rencana besar PCIM dan PCIA Malaysia, yang telah mendapat PP. Muhammadiyah.
Dalam kerangka AUM, keuntungan bukan tujuan akhir. Dr. Agung menyampaikan bahwa tidak ada pembagian deviden dalam AUM. Keuntungan yang dihasilkan AUM digunakan untuk menopang operasional organisasi, meningkatkan kualitas layanan, memperluas jangkauan dakwah, serta mendukung berbagai program sosial dan pemberdayaan umat. Maka dengan model ini Muhammadiyah mengkombinasikan kemandirian organisasi dengan ruh pengabdian kepada Masyarakat.
Sehingga, muara tujuan besar Muhammmadiyah, yakni mewujudkan Masyarakat yang adil dan Sejahtera. Keadilan distributif diwujudkan melalui akses layanan pendidikan, Kesehatan dan ekonomi yang inklusif. Sementara kesejahteraan melalui penguatan sumber daya manusia dan pemberdayaan ekonomi Masyarakat. Dalam konteks ini, AUM adalah sarana/wasilah yang mewujudkan transformasi sosial, bukan sekeda unit pelayanan kepada Masyarakat.
Nasihat-nasihat dalam pembekalan yang disampaikan Dr. Agung dapat menjadi pemantik bagi para pengurus baru PCIM dan PCIA Malaysia untuk berkreasi dan berinovasi dalam mengembangkan AUM di Malaysia. Sesuai dengan tema pembekalan AUM dapat menjadi pilar gerakan global Muhammadiyah di Malaysia, yang berkontribusi kepada Pembangunan umat yang berkelanjutan.

