Alah Bisa Karena Biasa, Meniti Takwa Lewat Puasa

Publish

18 February 2026

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
462
Foto Istimewa

Foto Istimewa

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Datangnya bulan Ramadhan, niscaya disambut dengan penuh kegembiraan dan sukacita. Tentu, tidak dapat dinafikan peran sentral otoritas semesta yang mengatur sedemikian rupa, sehingga bisa bersua dengan bulan mulia itu.

Sudah barang tentu, sebelum datang Ramadhan, niscaya umat Islam mempersiapkan diri (prepare) dengan sebaik-baiknya. Yang hal itu amatlah penting sekali. "Supaya bisa mengisi Ramadhan dengan baik," kata Syukriyanto AR.

Dengan satu tujuan utamanya: takwa. Bagi Dewan Pakar Lembaga Seni Budaya Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu, secara kulit luarnya, kata takwa amat mudah diucapkan. Namun, dari sisi praktikumnya (ejawantah), begitu tidak mudah, dan bahkan amat berat sekali.

“Takwa itu melaksanakan perintah dan tidak melanggar larangan-larangan Allah,” tuturnya. Menekankan, takwa tidak hanya ditujukan di bulan Ramadhan saja, tetapi berlaku pada bulan-bulan yang lain. “Takwa itu di dalam hati (qalbu),” jelas Syukriyanto.

Di sambung Muchlas Abror dalam Bulan Ramadhan: Keistimewaan, Puasa, dan Tujuannya (1990), menyebut orang bertakwa disebut muttaqin. “Kita hendaklah bertakwa kepada Allah Tuhan Yang Maha Esa,” katanya. Yang tarik simpulnya, orang yang bertakwa itu sebagai manifestasi manusia yang baik hubungannya dengan Allah, dengan diri sendiri, dengan sesamanya, dan dengan alam lingkungannya.

“Manusia yang semacam itu adalah manusia yang beriman, berakhlak karimah, baik pula mu’amalahnya dan hidupnya semata-semata hanyalah untuk beribadah kepada Allah yang dilaksanakan dengan ikhlas,” tutur Muchlas.

Ditekankan sekali lagi oleh Muchlas, Allah memberikan jaminan orang bertakwa. Yaitu berupa berkah yang melimpah dan rahmah yang tercurah.

“Marilah kita jalani ibadah puasa Ramadhan dengan penuh iman dan keikhlasan serta kesungguhan supaya kita bertakwa,” ajak Muchlas, seraya menggarisbawahi, takwa menjadi tujuan prioritas di bulan Ramadhan. “Takwa inilah yang menjadi tujuan utama kita berpuasa,” tukasnya.

Meski berat dituju, namun, pelan tapi pasti, sedikit dan bertahap, takwa pasti bisa digapai. Di sinilah, para peserta puasa mesti optimis bahwa, ritus puasa yang dijalankan, mampu mengantarkan diri mendapatkan cahaya takwa. Yang dari situ kemudian, kehidupan tampil menjadi bermakna dan berwarna. (Cris)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pancasila sebagai dasar negara dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semb....

Suara Muhammadiyah

12 June 2024

Berita

Siap Dijadikan Tempat Rapat dan Training SURABAYA, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Daerah Muhammadiya....

Suara Muhammadiyah

19 October 2023

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Hadirnya SM Tour and Travel terus mendapat apresiasi positif dar....

Suara Muhammadiyah

29 December 2024

Berita

SUMEDANG, Suara Muhammadiyah - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Fajar Riza Ul Haq, me....

Suara Muhammadiyah

9 February 2026

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Daera....

Suara Muhammadiyah

1 February 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah