MEDAN, Suara Muhammadiyah — Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Percut Sei Tuan menyelenggarakan Musyawarah Pimpinan Cabang (Muspimcab) I pada 22 Rajab 1447 H / 11 Januari 2026 M di Aula MIS ‘Aisyiyah Sumatera Utara. Musyawarah ini mengusung tema “Dinamisasi Perempuan Berkemajuan Mewujudkan Percut Sei Tuan Berkeadilan”, sebagai ikhtiar ideologis untuk meneguhkan peran perempuan Islam dalam merawat gerakan dan menyiapkan masa depan persyarikatan.
Ketua Panitia Muspimcab Ibu Nelmy Rasidah Batubara, S.Pd dalam laporannya menyampaikan bahwa MUSYPIMCAB I Aisyiyah Percut Sei Tuan dihadiri oleh undangan dan peserta berjumlah 55 orang terdiri dari: Undangan dari PDA Kota Medan sebanyak 2 orang, Undangan dari PCM Percut Sei Tuan sebanyak 2 orang, PH PCA sebanyak 7 orang, Ketua, Sekretaris dan Bendahara Majelis/Lembaga sebanyak 30 orang, Ketua dan Sekretaris PRA sebanyak 12 orang, Ketua dan Sekretaris PCNA sebanyak 2 orang.
Ketua PCA Percut Sei Tuan, Ibu Dakwati, S.Ag., MA, dalam sambutannya menegaskan bahwa Muspimcab bukan sekadar forum administratif, melainkan ruang ideologis untuk menata langkah dan merawat keberlanjutan gerakan. Ia mengingatkan bahwa ‘Aisyiyah sejak awal berdiri adalah gerakan dakwah dan tajdid yang berpijak pada realitas, tetapi berorientasi pada nilai.
Menurutnya, dinamika perempuan berkemajuan menuntut ‘Aisyiyah untuk terus hadir secara kontekstual—mendengar denyut persoalan perempuan, anak, dan keluarga—tanpa kehilangan jati diri Islam berkemajuan. Cabang dan ranting, tegasnya, adalah pusat kehidupan gerakan, tempat nilai diuji dan kerja nyata dilakukan.
Dalam konteks yang lebih luas, ia mengajak seluruh kader ‘Aisyiyah Percut Sei Tuan untuk mulai bersiap menyongsong Muktamar Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah ke-49 Tahun 2027 di Kota Medan, dengan Percut Sei Tuan sebagai pusat lokasi pelaksanaan. Kesiapan tersebut, menurutnya, bukan semata teknis, tetapi kesiapan moral, kultural, dan organisatoris.
“Menjadi tuan rumah Muktamar adalah amanah sejarah. Ia menuntut kesiapan sikap, budaya melayani, dan keteladanan gerakan yang mencerminkan nilai Islam berkemajuan,” ujarnya.
Ketua PCM Percut Sei Tuan, Dr. Hidir Efendi, M.Pd, dalam sambutannya menegaskan bahwa kekuatan Muhammadiyah di tingkat cabang tidak dapat dipisahkan dari peran strategis ‘Aisyiyah. Menurutnya, ‘Aisyiyah adalah wajah kemajuan persyarikatan dalam kehidupan keluarga, pendidikan, kesehatan, dan sosial kemasyarakatan.
Ia menilai Muspimcab ini sebagai momentum konsolidasi penting, bukan hanya untuk menata program, tetapi juga untuk memperkuat kesadaran kolektif bahwa Percut Sei Tuan memikul tanggung jawab besar menjelang Muktamar 2027.
“Keberhasilan Muktamar tidak hanya diukur dari kemeriahan acara, tetapi dari nilai, kesan moral, dan spirit berkemajuan yang ditinggalkan kepada umat,” tuturnya.
Ketua Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kota Medan, Ibu Kholissani, S.Pd, dalam sambutan sekaligus membuka acara, menegaskan bahwa Muspimcab merupakan instrumen penting dalam menjaga kesinambungan dan kualitas gerakan ‘Aisyiyah. Ia menekankan bahwa tema dinamisasi perempuan berkemajuan harus diterjemahkan dalam kerja-kerja nyata di tingkat cabang dan ranting.
Ia mengingatkan bahwa cabang dan ranting adalah ruang paling nyata bagi pengabdian ‘Aisyiyah. Oleh karena itu, penguatan ideologi, ketertiban organisasi, dan kepekaan sosial harus berjalan beriringan. Menjelang Muktamar ke-49, ia mengajak seluruh unsur ‘Aisyiyah untuk memperkuat kesiapan internal sebagai cerminan kematangan gerakan.
Dengan mengucapkan bismillāhirraḥmānirraḥīm, Ibu Kholissani, S.Pd secara resmi membuka Musyawarah Pimpinan Cabang I ‘Aisyiyah Percut Sei Tuan, seraya berharap musyawarah ini melahirkan keputusan-keputusan strategis yang memperkuat peran perempuan berkemajuan dalam mewujudkan masyarakat yang adil, beradab, dan berkeadilan.
Muspimcab I ‘Aisyiyah Percut Sei Tuan menjadi penanda bahwa gerakan perempuan berkemajuan tidak berhenti pada evaluasi internal, tetapi terus menatap masa depan persyarikatan. Dengan konsolidasi yang kuat, kesadaran ideologis yang terjaga, dan kesiapan menyambut Muktamar 2027, Percut Sei Tuan diharapkan mampu tampil sebagai wajah Islam berkemajuan yang mencerahkan. Tambah Beliau.

