Aisyiyah Padang Soroti Ketahanan Pangan di Milad ke-108, Dorong Perempuan Jadi Pilar Ekonomi Keluarga

Publish

16 June 2025

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
744
Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kota Padang

Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kota Padang

PADANG, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kota Padang menggelar Gebyar Milad ke-108 di Masjid Tawakal Aisyiyah, Jalan Bypass, Lubuk Begalung, Rabu (11/6/2025). Acara ini menjadi momentum konsolidasi 16 cabang Aisyiyah se-Kota Padang, sekaligus ajang penguatan peran perempuan dalam isu ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi keluarga.

Dalam peringatan ini, Aisyiyah mengusung konsep Qoryah Thayyibah sebagai model desa mandiri berbasis nilai Islam dan ekonomi keluarga. Konsep ini dikupas tuntas oleh Ketua Divisi Majelis Tabligh dan Ketarjihan PWA Sumatera Barat, Prof Dr Hj Irta Sulastri, M.Si, yang menjadi pembicara utama.

“Ketahanan pangan tidak bisa hanya mengandalkan kebijakan negara. Harus ada intervensi sosial berbasis komunitas, dan perempuan punya peran strategis di situ,” kata Prof Irta dalam paparannya.

Ia menyebut beberapa keberhasilan implementasi Qoryah Thayyibah, seperti peningkatan ekonomi keluarga, partisipasi perempuan dalam kegiatan produktif, hingga kemandirian desa. Namun, ia juga menyoroti tantangan utama: lemahnya komitmen jangka panjang dan minimnya sinergi lintas sektor.

Sementara itu, Ketua PDA Kota Padang, Hj Erliwatty Asli, menegaskan bahwa Aisyiyah bukan hanya organisasi keagamaan, tapi telah berkembang menjadi kekuatan ekonomi dan sosial perempuan Indonesia. Aisyiyah saat ini membina ratusan amal usaha, mulai dari TK ABA, klinik kesehatan ibu-anak, panti sosial, hingga koperasi dan unit usaha mikro.

“Di tengah tantangan ekonomi dan sosial, Aisyiyah konsisten hadir sebagai lokomotif perubahan berbasis nilai Islam. Kita bergerak dengan data, dengan aksi nyata, bukan sekadar wacana,” ujar Erliwatty.

Menurutnya, peringatan Milad ke-108 menjadi pengingat pentingnya kolaborasi antarcabang untuk menyusun program bulanan yang berdampak langsung ke masyarakat. “Masih banyak PR. Ketimpangan gender, anak putus sekolah, perempuan tanpa akses ekonomi — ini jadi fokus kerja kita,” tambahnya.

Dra Hj Mulyati Jabir, S.Pd, Bendahara Majelis Tabligh dan Ketarjihan PWA Sumbar, menambahkan bahwa ketahanan pangan harus dimulai dari rumah. “Perempuan itu bukan hanya pengatur konsumsi, tapi aktor utama produksi. Dari pekarangan rumah hingga pasar lokal, harus kita kuasai,” ujar Mulyati.

Ia mendorong agar seluruh cabang Aisyiyah mengembangkan model urban farming, warung sehat, dan koperasi syariah berbasis jamaah. “Kita harus bergerak dari karitatif ke produktif,” tegasnya.

Kegiatan ini ditutup dengan ajakan kolaboratif lintas sektor dan lintas generasi untuk mengakselerasi gerakan perempuan dalam pembangunan sosial-ekonomi umat. (RI)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

KUPANG, Suara Muhammadiyah – Muhammadiyah resmi meluncurkan produk inovatif berupa pendingin u....

Suara Muhammadiyah

6 December 2024

Berita

MALAYSIA, Suara Muhammadiyah - Dalam era globalisasi, kolaborasi lintas negara menjadi kunci un....

Suara Muhammadiyah

21 March 2025

Berita

GOWA, Suara Muhammadiyah - Ibadah puasa Ramadan mengajarkan umat Islam  untuk selalu bertindak ....

Suara Muhammadiyah

10 April 2024

Berita

BANYUMAS, Suara Muhammadiyah - Atlet Putri STIE Muhammadiyah Cilacap, meraih juara 3 Kejuaraan Pekan....

Suara Muhammadiyah

14 July 2025

Berita

MALANG, Suara Muhammadiyah - Musyawarah Daerah (Musyda) ke-5 Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan (HW) Ko....

Suara Muhammadiyah

29 May 2024