‘Aisyiyah Cadre Camp, Bejana Pembentuk Kader Peduli Lingkungan

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
691
Pembukaan 'Aisyiyah Cadre Camp. Foto: Tim Broadcasting SMK Muhammadiyah 1 Yogyakarta

Pembukaan 'Aisyiyah Cadre Camp. Foto: Tim Broadcasting SMK Muhammadiyah 1 Yogyakarta

SLEMAN, Suara Muhammadiyah – Majelis Pembinaan Kader Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah sukses mengumpulkan para kader-kadernya dalam ‘Aisyiyah Cadre Camp (ACC). Acara ini berlangsung Sabtu-Ahad (5-6/7) di Jaka Garong Camp Ground, Sleman, DIY dengan tema “Aisyiyah Cadre Camp untuk Membentuk Kader Cabang Ranting yang Peduli Lingkungan.”

ACC dibuka Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Fajar Riza Ul Haq, yang juga Ketua Lembaga Kajian dan Kemitraan Strategis PP Muhammadiyah. Dan didampingi Ketua PP ‘Aisyiyah Siti Aisyah.

Ketua MPK PP ‘Aisyiyah Mami Hajaroh mengapresiasi atas keikusertaan para peserta dalam ACC ini. Setidaknya ada 700 kader ‘Aisyiyah yang mengikuti ACC di seluruh Indonesia.

“Saya sangat mengapresiasi digelarnya 'Aisyiyah Cadre Camp, sebagai langkah konkret dan bukti nyata dari komitmen ‘Aisyiyah dalam proses kaderisasi anggotanya,” ujarnya.

Bagi Mami, kader merupakan akar penting dari sebuah organisasi. Menurutnya, keberlanjutan sebuah organisasi, lebih-lebih di ‘Aisyiyah, ditentukan oleh kader itu sendiri. Di sinilah, pentingnya melakukan kaderisasi agar organisasi tidak mati.

“Kaderisasi dalam organisasi merupakan proses perencanaan yang berkelanjutan untuk mengembangkan anggota organisasi menjadi kader,” terangnya.

Ditambahkan lagi, kaderisasi sebagai investasi jangka panjang yang sangat penting. Dengan melakukan kaderisasi, para kader dapat memiliki kemampuan, pengetahuan, dan nilai-nilai organisasi yang dibutuhkan untuk melanjutkan kepemimpinan serta menjalankan tujuan organisasi.

“Ini adalah investasi jangka panjang yang memastikan keberlangsungan dan kesuksesan organisasi di masa depan,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Mami juga menyebut, ACC sebagai upaya untuk membentuk kader cabang dan ranting yang peduli terhadap lingkungan. “Serta mendorong mereka menjadi agen perubahan dalam pelestarian lingkungan di tingkat cabang dan ranting,” jelasnya.

Mami berharap, para peserta setelah mengikuti ACC ini, mampu membentuk kader yang peduli lingkungan. “Juga mampu menjadi agen perubahan di wilayah masing-masing,” sambungnya.

Sementara, Fajar menegaskan kembali pentingnya peran ibu sebagai pusat pendidikan dan perubahan. “Ibu adalah rahim peradaban. Al-ummu madrasatul ula, ibu adalah sekolah pertama. Kalau ingin anak-anak kita peduli pada lingkungan, mulailah dari rumah,” pungkasnya.

Oleh karena itu, Fajar menyadari peran penting para perempuan yakni ibu sebagai jantung keluarga. “Serta sekolah pertama buat semua anak termasuk terkait isu lingkungan,” tandasnya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan dimulainya gelaran ACC secara simbolis dengan membunyikan angklung. Pada saat yang sama, juga melaunching Mars ‘Aisyiyah Cadre Camp yang diiringi oleh nyanyian seluruh kader. (Anggi/Cris)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

PURBALINGGA, Suara Muhammadiyah - Pemanfaatan Musholla hanya semata-mata sebagai tempat melaksanakan....

Suara Muhammadiyah

7 October 2025

Berita

Buya Irwandi Nashir Jadi Khatib di Masjid Ihsan Sungai Pinago PAYAKUMBUH, Suara Muhammadiyah - Umat....

Suara Muhammadiyah

11 April 2024

Berita

BATANG, Suara Muhammadiyah -  Impian Muhammadiyah Boarding School (MBS) Limpung, Batang memilik....

Suara Muhammadiyah

13 May 2024

Berita

SUKOHARJO, Suara Muhammadiyah - Konsolidasikan organisasi dan program kerja, Lembaga Lingkungan Hidu....

Suara Muhammadiyah

28 November 2023

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah — Kesadaran akan pengelolaan limbah rumah tangga menjadi isu uta....

Suara Muhammadiyah

19 June 2025