Abdul Mu'ti Uraikan Ragam Istilah dari Bulan Ramadhan

Publish

9 February 2025

Suara Muhammadiyah

Penulis

1
547
Abdul Mu'ti

Abdul Mu'ti

SEMARANG, Suara Muhammadiyah - Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul Mu'ti mengatakan, dalam banyak tempat, baik itu Al-Qur'an maupun Hadits, ada beragam istilah yang menunjuk pada fadhilah atau keutamaan bulan Ramadhan. Istilah yang pertama yaitu Syahrur As-shyiam (bulan puasa).

"Bahkan dalam kalender Jawa juga lebih banyak masyarakat ini paham dengan bulan Puasa daripada bulan Ramadhan," katanya saat Tabligh Akbar Hari Bermuhammadiyah dan Aisyiyah di Universitas Muhammadiyah Semarang, Jawa Tengah, Ahad (9/2).

Kedua, Syahru Qur'an. Yaitu bulan yang di dalamnya terdapat peristiwa diturunkannya Al-Qur'an pertama kali sebagai petunjuk bagi umat manusia di muka bumi. Ketiga, Syahru As-sadaqah. Adalah sebuah bulan yang di dalamnya umat Islam banyak melakukan aktivitas sedekah kepada orang yang lebih membutuhkan.

"Kalau sudah bulan Ramadhan itu, biasanya kotak amal penuh, berlebih-lebih. Bahkan banyak sekali yang bersedekah mulai dari menyediakan makanan untuk berbuka puasa sampai makanan untuk sahur dan berbagai kegiatan sosial yang lainnya," jelasnya.

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, ditegaskan bahwa Nabi Muhammad Saw selama bulan Ramadhan sebagai orang paling dermawan. Bahkan begitu dermawannya, sedekahnya terus bertambah-tambah dan mengalir laksana sebuah angin yang berhembus.

"Karena itu maka Ramadhan identik dengan santunan, identik dengan gerakan di mana kita ini menghimpun zakat, infak, dan sedekah. Walaupun untuk berzakat tidak harus di bulan Ramadhan, " tegasnya.

Keempat, Syahrut Tarbiyah (Bulan Pendidikan). Istilah ini ditemukan Mu'ti dalam Tafsir Al-Amtsal: Tafsir Kontemporer, Aktual, dan Populer karya Syekh Nasir Makarim Syirazi. 

"Puasa itu adalah bulan pendidikan dan sekolah agar kita menjadi orang-orang atau manusia yang bertakwa," ujarnya.

Menurut Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah itu, manusia terlahir di dunia dalam keadaan yang bersih dan suci. Namun di tengah perjalanannya karena memiliki nafsu, akal dan qolbu, tidak dapat dinafikan bahwa sebagian manusia gagal dalam mengendalikan nafsunya.

"Puasa itu bagian dari ibadah untuk kita melakukan latihan spiritual dan proses pendidikan agar kita menjadi orang yang bersih. Dalam kaitan ini, maka puasa merupakan ibadah spiritual untuk menjadikan manusia sebagai pribadi yang muttaqin, mereka diharapkan menjadi manusia yang paripurna atau kamil," tandasnya. (Cris)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

PASAMAN BARAT, Suara Muhammadiyah – Menyambut bulan suci Ramadhan, Lazismu Kantor Layanan Sung....

Suara Muhammadiyah

10 March 2025

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Lembaga Pengembangan Pesantren Muhammadiyah Sulawesi Selatan men....

Suara Muhammadiyah

28 June 2024

Berita

MALANG, Suara Muhammadiyah - Baru-baru ini, Universitas Muhammadiyah malang (UMM) menerima kunjungan....

Suara Muhammadiyah

25 April 2024

Berita

CILACAP, Suara Muhammadiyah - Bertempat di Aula SMP Muhammadiyah Plus Cimanggu yang berintegrasi den....

Suara Muhammadiyah

29 April 2024

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Program Studi (Prodi) D3 Perpajakan di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (F....

Suara Muhammadiyah

7 May 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah